Program Merdeka Belajar, 11 Sekolah di Sragen Menjadi Sekolah Penggerak

- Minggu, 5 September 2021 | 06:14 WIB
KUNJUNGAN KERJA: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti memimpin kunjungan kerja terkait pelaksanaan Sekolah Penggerak di Kabupaten Sragen, Jumat (3/9/2021). (SMSolo/Basuni H)
KUNJUNGAN KERJA: Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti memimpin kunjungan kerja terkait pelaksanaan Sekolah Penggerak di Kabupaten Sragen, Jumat (3/9/2021). (SMSolo/Basuni H)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Sebanyak 11 sekolah di Kabupaten Sragen segala jenjang, mulai TK, SD, SMP, SMA dan SMK, akan menjalankan program Sekolah Penggerak pada 2021.

Model Sekolah Penggerak adalah salah satu program Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Di Solo Raya, program ini dilaksanakan juga di Kabupaten Klaten.

Baca Juga: Kandaskan China, Leani Ratri/Khalimatus Sadiyah Penuhi Target Emas Indonesia di Paralympic Tokyo 2020

Sementara di Jawa Tengah, Sekolah Penggerak dilaksanakan di Temanggung dan Purbalingga sejak tahun lalu.

Terkait hal itulah, Komisi X DPR melakukan kunjungan kerja yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X Agustina Wilujeng Pramestuti, pada Jumat (3/9/2021).

Agustina mengatakan, kunjungan ke Sragen untuk mematangkan pembahasan mengenai penunjukan dan persiapan 11 sekolah tersebut.

Baca Juga: Silaturahmi Jajaran Pengurus, Golkar dan PAN Karanganyar Jalin Komunikasi Politik

“Di Sragen ada 11 sekolah yang ditunjuk jadi sekolah penggerak. Mereka nanti akan jadi pionir. Nanti kalau sudah berjalan bagus, diharapkan bisa menularkan ke sekolah-sekolah lainnya,” kata Agustina

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, model Sekolah Penggerak memberi keleluasan kepada sekolah untuk mencoba kreatifitas guru guna mencapai belajar Pancasila.

Di Sragen, baru ditunjuk Kemendikbud Ristek dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada semester kedua tahun ini.

Baca Juga: Luar Biasa..! Leani Ratri Terus Melaju ke Tiga Laga Final Bulutangkis Paralympic Tokyo 2020

Ke-11 sekolah itu harus mempersiapkan banyak hal. Mulai dari SDM, tenaga pendidik dan sarana pendukung.

Sebagai persiapam, sejumlah guru telah mengikuti Bimbingan Teknik (Bintek).

“Banyak yang harus disiapkan oleh sekolah atau guru dan ini penting supaya metode belajar selalu terus up to date dan tidak melulu pola yang sama. Apalagi saat ini sudah canggih, maka kecanggihan itu harus diikuti dengan metode pembelajaran yang lebih maju dan mengikuti perkembangan jaman,” papar Agustina.

Baca Juga: Bupati Banjarnegara Ditangkap KPK, Muncul Spanduk 'Selamat Jalan Bupatiku Semoga Tidak Kembali Lagi'

Anggota DPR daerah pemilihan Jawa Tengah IV (Kabupaten Sragen, Karanganyar dan Wonogiri) ini mengemukakan, anggaran Sekolah Penggerak ini semuanya berasal dari Kemendikbud Ristek.

Saat ini baru uji coba. Teknisnya akan terlihat ketika pembelajaran tatap muka sudah dimulai.

“Bila sudah pembelajaran tatap muka, kita akan lihat bagaimana guru-guru yang menjadi penggerak, mengajar secara lebih kreatif yang membuat anak-anak berpikir merdeka dan kemungkinan besar tidak akan bosan dengan cara belajar mengajar yang baru,” tandasnya.

Baca Juga: Warga Demangan Mulur Dapat Bantuan Paket Sembako

Sementara Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, sudah ada berbagai persiapan yang dilakukan dalam Sekolah Penggerak di Sragen.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) juga sudah melaksanakan bintek bagi para guru di sekolah-sekolah yang dipilih menjadi Sekolah Penggerak.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Bertambah Lagi, Siswa Positif Covid-19 Jadi 28 Orang

Selasa, 30 November 2021 | 07:19 WIB

Putri Nanda Ika dan Reza Dafa, Duta Kampus Unisri

Senin, 29 November 2021 | 15:45 WIB

UMS Launching Program Health Promoting University

Sabtu, 27 November 2021 | 05:51 WIB

Hari Guru, Ambil Hikmah Pandemi untuk Bangkit Kembali

Kamis, 25 November 2021 | 22:08 WIB

154 Mahasiswa Unisri Terima KIP Kuliah dan BPMKM

Kamis, 25 November 2021 | 16:22 WIB

Sepatu untuk Guru SMP Muliska di Hari Guru Nasional

Kamis, 25 November 2021 | 13:59 WIB
X