Simulasi Gelombang I PTM di Karanganyar Direncanakan 13-25 September 2021

- Minggu, 5 September 2021 | 13:28 WIB
Ilustrasi mulai PTM di sekolah (SMSolo/pixabay)
Ilustrasi mulai PTM di sekolah (SMSolo/pixabay)
KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar merencanakan pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka atau PTM pada 13-25 September 2021.

Kepala Disdikbud Karanganyar Tarsa mengatakan, simulasi PTM akan dilaksanakan secara bergelombang.
 

"Gelombang pertama dilaksanakan sepekan. Pesertanya adalah sekolah yang dinaungi Disdikbud kabupaten, yaitu TK/Paud, SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Dengan pengecualian sekolah yang di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag)," jelasnya.  

Jumlah siswa peserta simulasi, menyesuaikan kuota aman kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa pandemi.
 
 
Sedangkan kurikulum yang dipakai adalah kurikulum darurat.

"PTM berlangsung dua jam per hari. Pengaturan, pengawasan dan pendampingannya diserahkan UPTD Dinas Pendidikan di tiap kecamatan. Satgas Covid-19 kecamatan juga terlibat dalam pengondisian lokasi," tuturnya.

Ada buku panduan dari Kemendikbud, yang diberikan ke sekolah penyelenggara PTM.
 
 
Isinya antara lain ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan PTM.

Mulai dari pemenuhan protokol kesehatan (prokes), surat kesanggupan orang tua mengizinkan anaknya mengikuti PTM, kepastian diantar jemput orang tua, dan sebagainya.
 
Baca Juga: Program Merdeka Belajar, 11 Sekolah di Sragen Menjadi Sekolah Penggerak

"Setelah gelombang pertama selesai, simulasi dilanjutkan pada 27 September-2 Oktober. Jumlah peserta didik ditambah pada gelombang kedua. Sekolah di desa bisa diikutkan pada simulasi gelombang kedua," imbuhnya.

Sekretaris Disdikbud Nurini Retno Hartati menambahkan, ada dua jalur pembelajaran dalam pelaksanaan simulasi PTM.
 
Baca Juga: Silaturahmi Jajaran Pengurus, Golkar dan PAN Karanganyar Jalin Komunikasi Politik

"Ada yang tatap muka langsung, ada yang tetap daring. Yang ikut PTM dipilih yang paling siap. Untuk yang daring, pemerintah tetap memberikan bantuan pulsa," jelasnya.

Simulasi gelombang pertama akan diikuti seluruh SMP di Karanganyar, dengan peserta maksimal 50 persen dari jumlah rombongan belajar per kelas.

Sedangkan untuk TK/Paud dan SD, diikuti masing-masing lima sekolah per kecamatan.*

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Kado Akhir Tahun, Unisri Banjir Prestasi. Apa saja?

Kamis, 1 Desember 2022 | 06:20 WIB

USB Komitmen Laksanakan Tridharma PT yang Berkualitas

Jumat, 11 November 2022 | 21:42 WIB

Dies Natalis USB Solo, ‘Berkarya Untuk USB Unggul’

Jumat, 11 November 2022 | 14:10 WIB

STT Warga Surakarta Asah Skill Karyawan

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:27 WIB
X