Pelajar Didahulukan Agar PTM di Wonogiri Segera Digelar

- Senin, 13 September 2021 | 16:46 WIB
PEMERIKSAAN KESEHATAN: Sejumlah anak SMA, SMK dan MA menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum divaksin Covid-19 di pendapa Kabupaten Wonogiri, pekan lalu.  (SMSolo/Khalid Yogi)
PEMERIKSAAN KESEHATAN: Sejumlah anak SMA, SMK dan MA menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum divaksin Covid-19 di pendapa Kabupaten Wonogiri, pekan lalu. (SMSolo/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Wonogiri kini memprioritaskan vaksinasi virus corona (Covid-19) terhadap pelajar SMA, SMK dan MA sederajat.

Hal itu menjadi salah satu persiapan untuk menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo mengatakan, pihaknya tidak ingin mengambil risiko dengan menyelesaikan vaksin terhadap seluruh pelajar.

Baca Juga: PTM Terbatas Dimulai, Ketua DPRD Sukoharjo Minta Pantau Ketat

"Pelajar didahulukan agar PTM bisa segera dilaksanakan," katanya usai memberi pengarahan mengenai penyelenggaraan pemerintahan desa di ruang Kahyangan Kompleks Setda Wonogiri, Senin (13/9/2021).

Vaksinasi terhadap pelajar SLTA sederajat di kabupaten itu sudah dimulai sejak Kamis lalu (9/9).

Saat ini ada hampir 32.000 pelajar SLTA sederajat di Wonogiri.

Baca Juga: Jelang PTM di SD Muhammadiyah 1 Surakarta, Siswa Dilarang Bepergian Selama 7 Hari Sebelumnya

Sekitar 6.000 anak di antaranya telah divaksin pekan lalu.

Sementara itu, pihaknya belum bisa membuka obyek-obyek wisata, alun-alun dan mengizinkan hajatan meskipun grafik penyebaran Covid-19 sudah melandai.

"Ini baru dua minggu (melandai). Siapa yang berani menjamin kalau nanti kita buka bebas," ujarnya.

Baca Juga: Menengok Ingar Bingarnya Siswa SD di Boyolali Ikuti PTM di Hari Pertama

Pemerintah saat ini fokus untuk percepatan vaksinasi. Sasaran vaksinasi Kabupaten Wonogiri mencapai 855.665 orang atau 70% dari jumlah penduduk Wonogiri.

"Semua akan divaksin, semua profesi rentan, risiko tinggi, pelaku ekonomi sampai pelajar kita dahulukan," terangnya.

Di sisi lain, Bupati menekankan kehatian-hatian kepala desa dalam menerbitkan Surat Keterangan Usaha (SKU) untuk mendapatkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Baca Juga: UNS Surakarta Mulai Gelar PTM Terbatas, Rektor Beri Kuliah di Fakultas Hukum

Kehati-hatian itu diperlukan agar tidak menimbulkan potensi masalah karena lemahnya verifikasi.

Dia mengungkapkan, Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Perindustrian dan Perdagangan (KUKM & Perindag) Kabupaten Wonogiri sudah banyak mengembalikan berkas pengajuan BPUM.

Hal itu berarti verifikasi berjalan.

"Usaha yang diajukan itu usaha yang sudah berdiri sebelum Covid-19. Kades mungkin belum berada pada pemahaman yang sama," katanya.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bertambah Lagi, Siswa Positif Covid-19 Jadi 28 Orang

Selasa, 30 November 2021 | 07:19 WIB

Putri Nanda Ika dan Reza Dafa, Duta Kampus Unisri

Senin, 29 November 2021 | 15:45 WIB

UMS Launching Program Health Promoting University

Sabtu, 27 November 2021 | 05:51 WIB

Hari Guru, Ambil Hikmah Pandemi untuk Bangkit Kembali

Kamis, 25 November 2021 | 22:08 WIB

154 Mahasiswa Unisri Terima KIP Kuliah dan BPMKM

Kamis, 25 November 2021 | 16:22 WIB

Sepatu untuk Guru SMP Muliska di Hari Guru Nasional

Kamis, 25 November 2021 | 13:59 WIB
X