Persiapan Gelar PTM, Guru SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta Jalani Test Antigen

- Jumat, 17 September 2021 | 16:45 WIB
Salah seorang guru SD Muhammadiyah 1 menjalani tes antigen sebelum dimulainya PTM senin (20/9) mendatang. (SMSolo/Evie K)
Salah seorang guru SD Muhammadiyah 1 menjalani tes antigen sebelum dimulainya PTM senin (20/9) mendatang. (SMSolo/Evie K)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah menggelar test antigen terhadap 68 guru karyawan persiapan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Kepala Sekolah Sri Sayekti mengatakan, test antigen salah satu cara antisipasi adanya Covid-19 dalam tubuh. Mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Selain itu sekolah juga berupa memastikan ketersediaan sanitasi dan tolilet bersih di bawah supervisi klinis Pengawas Korwil III.

Baca Juga: Bupati Sragen Kecewa, Proyek Instalasi Oxygen Generator RSUD Rp 6,4 M Lamban

Untuk mendongkrak imunitas dan perbaikan gizi, sekolah menempuh berbagai cara. Berbagi telur rebus, suplemen kesehatan multivitamin, dan sari bubur kacang hijau.

"Alhamdulillah 100 persen hasilnya negatif bekerja sama RS PKU Muhammadiyah Sampangan. Tes antigen digelar dengan protokol kesehatan secara ketat,” ujar Sayekti ditemui usai kegiatan di Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Modern, Jum’at (17/09).

Dikemukakan Sayekti, pembelajaran tatap muka terbatas dimulai Senin (20/9) untuk jenjang 5 dan 6. Hal ini sebagai upaya antisipasi generasi learning Loss.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UNS di Wonogiri Beri Pelatihan Cara Membuat Hand Sanitizer Injak

"PTM kami laksanakan dengan prokes yang ketat tentunya. Mudah-mudahan jangan sampai ada kasus Covid-19 saat PTM,” ucapnya.

Dikemukakan, para siswa usia SD saat ini masuk kategori generasi Alfa dimana lebih mudah menikmati pembelajaran melalui media audio visual dibanding media-media yang lain.

Karena itu sebaiknya pendidik lebih banyak menggunakan bahan ajar yang berbasis video, yang bisa diakses secara online.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Bujuk Pasutri yang Tinggal di Warung, Pindah ke Rusunawa

Saat guru melakukan pembelajaran tatap muka, sedapat mungkin menggunakan media audio visual agar pembelajaran tatap muka lebih menarik bagi Generasi Alfa.

Sementara itu, belajar daring yang tidak tepat dan berkepanjangan, justru bisa mengasingkan dan menjauhkan diri anak dari kebutuhan belajar sejatinya.

"Gairah belajar yang hilang, kemauan dan minat yang menurun, atau kemandirian belajar kurang, akan sangat mengganggu proses dan output belajar,” beber Sayekti. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Bertambah Lagi, Siswa Positif Covid-19 Jadi 28 Orang

Selasa, 30 November 2021 | 07:19 WIB

Putri Nanda Ika dan Reza Dafa, Duta Kampus Unisri

Senin, 29 November 2021 | 15:45 WIB

UMS Launching Program Health Promoting University

Sabtu, 27 November 2021 | 05:51 WIB

Hari Guru, Ambil Hikmah Pandemi untuk Bangkit Kembali

Kamis, 25 November 2021 | 22:08 WIB

154 Mahasiswa Unisri Terima KIP Kuliah dan BPMKM

Kamis, 25 November 2021 | 16:22 WIB

Sepatu untuk Guru SMP Muliska di Hari Guru Nasional

Kamis, 25 November 2021 | 13:59 WIB
X