Bisa Untuk PTM di Masa Pandemi, Agustina Wilujeng: Dana BOS Perlu Ditambah

- Senin, 8 November 2021 | 22:05 WIB
Wakil Ketua Komisi X Agustina memimpin rapat dengan Pemkab Sragen, saat kunjungan kerja di Sragen belum lama ini. (SMSolo/Basuni H)
Wakil Ketua Komisi X Agustina memimpin rapat dengan Pemkab Sragen, saat kunjungan kerja di Sragen belum lama ini. (SMSolo/Basuni H)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah membuat regulasi baru terkait Bantuan Operasional Siswa (BOS).

Dimana dana BOS bisa dipakai untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sehingga sekolah-sekolah memiliki kewenangan untuk menggunakan dana BOS. Khusus di masa pandemi Covid 19 ini, termasuk untuk pelaksanaan protokol kesehatan (prokes).

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti saat ditemui di Kabupaten Sragen. Menurut dia, pihaknya juga sudah mengusulkan agar indeks BOS untuk siswa juga dinaikkan. Sebab, indeks yang ada saat ini dinilai terlalu kecil.

Baca Juga: Polres Sukoharjo Beri 2.000 Benih Ikan Lele pada Remaja di Kartasura

"Itu untuk dana BOS tahun ini. Jadi sekarang sudah ada kelenturan dan keleluasaan penggunaan dana BOS, tidak rijid atau detail seperti periode lalu. Hal ini juga sebuah kemajuan," kata Agustina.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menandaskan, usulan kenaikan indeks BOS itu wajar. Sebab belanja pendidikan mendapatkan porsi 20 persen dari APBN. Untuk pendidikan dari kelembagaan lain di luar Kemendikbud Ristek dan Kementerian Agama (Kemenag) bisa mengalah pada periode ini.

Kalau nanti kondisi sudah normal kembali, nanti bisa diberikan bantuan lagi. "Harapannya, kenaikan indeks BOS bisa menyelesaikan kebutuhan anak sekolah,” katanya.

Baca Juga: Penggalian Situs Watugenuk di Desa Kragilan, Mojosongo Boyolali Selesai. Ini Hasilnya

Bila indeks BOS untuk anak SD yang masih di bawah Rp 2 juta, paling tidak bisa berada di angka Rp 2 juta. Agustina juga menyatakan bila di regulasi lama ada aturan maksimal satu sekolah itu hanya 60 siswa yang boleh mendapatkan dana BOS, ini merupakan kekeliruan.

Pasalnya, semakin kecil jumlah siswa di satu sekolah, semakin sedikit menampung anak dari keluarga yang tidak mampu.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Unisri Gelar Webinar Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Minggu, 16 Januari 2022 | 05:59 WIB

PTM 100 Persen di Boyolali Ditunda Februari

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:21 WIB

Fatipa Unisri Berikan 100 Bibit Tanaman Pucuk Merah

Kamis, 6 Januari 2022 | 18:15 WIB

Anak Muda Harus Berkarakter Tangguh

Kamis, 30 Desember 2021 | 21:05 WIB
X