Emi Widiyati, Lulusan Doktor Pertama Prodi S3 Ilmu Komunikasi UNS, Ini Sosoknya

- Rabu, 24 November 2021 | 15:50 WIB
Doktor Pertama Prodi S3 Ilmu Komunikasi UNS Emi Widiyanti menerima ucapan selamat dari penguji. (SMSolo/Evie K)
Doktor Pertama Prodi S3 Ilmu Komunikasi UNS Emi Widiyanti menerima ucapan selamat dari penguji. (SMSolo/Evie K)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Program Studi (Prodi) S3 Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil meluluskan Doktor pertama atas nama Emi Widiyanti.

Emi yang merupakan dosen Prodi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian Fakultas Pertanian (FP) UNS tersebut berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan penguji dengan judul 'Negosiasi Identitas Komunikasi Petani Milenial dan Petani Progresif di Era Agriculture 4.0'.

Dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Prodi S3 Ilmu Komunikasi itu bertindak sebagai Promotor yaitu Prof. Ravik Karsidi, Co Promotor 1, Prof. Mahendra Wijaya dan Co Promotor 2, Prahastiwi Utari, Ph D.

Baca Juga: Pengusaha Kuliner di Solo Cabuli Anak di Bawah Umur. Modusnya, Dijanjikan Biaya Sekolah

Adapun penguji diketuai oleh Prof Ahmad Yunus, Sekretaris Prof Ismi Dwi Astuti Nurhaeni dengan anggota Prof Suwarto, Prof Pawito dan Dr Andre Rahmanto.

Dalam disertasinya, Emi menyarankan kepada tenaga penyuluh pertanian untuk memberikan literasi teknologi komunikasi agar petani mempunyai identitas komunikasi petani milenial dan petani progresif.

Literasi teknologi komunikasi mempunyai dampak pada perubahan sosial yang tercatat pada sejarah manusia.

Baca Juga: Kasus Anak Gugat Ibu Kandung, Keluarga Akui Sebagai Aib

Emi mengungkapkan bahwa negoisasi identitas komunikasi petani milenial dan progresif mempunyai cara pandang alih teknologi, sosial, budaya dan lingkungan.

Emi menemukan bahwa kompetensi, keberanian memotivasi di antara petani, dukungan budaya dan dukungan lingkungan yang terdapat pada petani milenial dapat menjadi penyuluh untuk petani lainnya.

Negoisasi identitas komunikasi terjadi disebabkan oleh situasi terkini yang dihadapi petani di mana profesi petani terancam karena adanya profesi di perkotaan.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Refleksi Terbimbing dalam Pembelajaran, Ini Tujuannya

Kamis, 9 Desember 2021 | 07:03 WIB

Bertambah Lagi, Siswa Positif Covid-19 Jadi 28 Orang

Selasa, 30 November 2021 | 07:19 WIB

Putri Nanda Ika dan Reza Dafa, Duta Kampus Unisri

Senin, 29 November 2021 | 15:45 WIB

UMS Launching Program Health Promoting University

Sabtu, 27 November 2021 | 05:51 WIB
X