Refleksi Terbimbing dalam Pembelajaran, Ini Tujuannya

- Kamis, 9 Desember 2021 | 07:03 WIB
Siswa kelas V SD Muhammadiyah PK menjalani refleksi terbimbing untuk meningkatkan pembelajaran.   (SM/dok)
Siswa kelas V SD Muhammadiyah PK menjalani refleksi terbimbing untuk meningkatkan pembelajaran. (SM/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Siswa kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, secara terbimbing siswa melakukan refleksi bersama gurunya, Rabu (8/12/2021).

Rangkaian kegiatan pembelajaran itu dilakukan setelah selesai Penilaian Akhir Semester (PAS) I dan diagendakan setiap semester sekali.

Refleksi terbimbing merupakan media mendokumentasikan perasaan, gagasan, pengalaman, serta praktik baik yang telah selesai dilakukan.

Baca Juga: Tekan Potensi Penularan Covid-19, Libur Akhir Semester dan Terima Rapor di Solo Diundur

Menurut Andi Arfianto, guru kelas V, model refleksi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future).

Adapun 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan Roger Greenaway yang diterjemahkan menjadi 4P, yaitu Facts atau Peristiwa, Feelings atau perasaan, Findings atau pembelajaran, dan Future atau penerapan.

Teknisnya, siswa diminta untuk menuliskan refleksi yang dimulai dari tahap peristiwa.

Baca Juga: Unisri Sambut Peserta Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Negeri

Mereka menuliskan pengalaman saat mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pembelajaran tatap muka (PTM).

Semuanya terkait hambatan atau permasalahan yang dialami saat mengikuti pembelajaran dan solusi untuk mengatasinya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Unisri Gelar Webinar Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Minggu, 16 Januari 2022 | 05:59 WIB

PTM 100 Persen di Boyolali Ditunda Februari

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:21 WIB

Fatipa Unisri Berikan 100 Bibit Tanaman Pucuk Merah

Kamis, 6 Januari 2022 | 18:15 WIB

Anak Muda Harus Berkarakter Tangguh

Kamis, 30 Desember 2021 | 21:05 WIB
X