40 Perguruan Tinggi di Jateng Didorong Lakukan Merger

- Selasa, 25 Januari 2022 | 17:58 WIB
Ditjen Diktiristek, Kemdikbudristek Dr Lukman ST MHum, diwawancarai di sela kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VI Tahun 2022 di Hotel Best Western Premier Solo Baru, Selasa (25/01).  (SMSolo/Evie Kusnindya)
Ditjen Diktiristek, Kemdikbudristek Dr Lukman ST MHum, diwawancarai di sela kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VI Tahun 2022 di Hotel Best Western Premier Solo Baru, Selasa (25/01). (SMSolo/Evie Kusnindya)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Pemerintah berupaya melakukan efisiensi terhadap perguruan tinggi di Jawa Tengah. Dari 237 perguruan tinggi yang ada, akan digabung hingga menjadi 182 saja.

Dengan program merger ini diharapkan perguruan tinggi menjadi lebih sehat dan berkualitas.

"Target pada akhir 2022, jumlah perguruan tinggi di Jateng bisa menjadi 182 saja," papar Direktur Kelembagaan Ditjen Diktiristek, Kemdikbudristek Dr Lukman ST MHum, di sela kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VI Tahun 2022 di Hotel Best Western Premier Solo Baru, Selasa (25/01).

Baca Juga: Hujan Disertai Angin Kencang, Atap Lobi Rumah Makan Telaga Rindu Ambruk

Menurutnya, ada 40 perguruan tinggi di Jateng yang potensial melakukan merger tanpa gaduh. Mereka akan didorong melakukan negosiasi. Upaya merger telah diujicobakan disejumlah perguruan tinggi dan berhasil.

Lukman menyebutkan merger bersifat sukarela dari pengelola. Sebab merger tak sesederhana menggabungkan mengingat adanya badan pengelolaan, lembaga yang menaungi dan aset yang harus dihitung.

Baca Juga: 17 Jenazah Korban Kerusuhan di Sorong Dievakuasi. Polri Jalin Komunikasi Antisipasi Bentrok Susulan

Dr Lukman menjelaskan tidak sedikit kondisi perguruan tinggi yang menurun. Ada tiga jenis yang memiliki potensi untuk dimerger yakni yang memiliki dosen namun jumlah mahasiswa berkurang banyak.

Ia menyebut mengenai kondisi PT yang masih sehat, terakreditasi baik namun secara operasional tidak mampu.

Perguruan tinggi semacam itu dibaratkan sudah bendera kuning. "Itulah yang kami selamatkan, mumpung belum bendera putih. Kalau sudah putih tidak bisa diselamatkan digabungkan."

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Unisri Gelar Lomba Debat 4A

Rabu, 18 Mei 2022 | 20:15 WIB

USB Surakarta Mewisuda 228 Lulusan

Rabu, 18 Mei 2022 | 13:14 WIB

26.408 Peserta Ikuti UTBK 2022 di UNS

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:10 WIB

Selamat, Ini Dia Tiga Mawapres Unisri 2022

Kamis, 5 Mei 2022 | 06:29 WIB

Tim Robot UMS Raih Juara III LKTI Nasional

Selasa, 26 April 2022 | 16:05 WIB

Ujian Sekolah Tanpa Pengawas Luar

Minggu, 24 April 2022 | 07:25 WIB
X