Pengukuhan Guru Besar Pertama Unisri, Tekankan Aktualisasi Nilai Pancasila

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 21:13 WIB
Guru besar pertama asli Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Prof Dr Drs Sutoyo MPd saat dikukuhkan di auditorium kampus setempat, Sabtu (7/8/2022). (SMSolo/dok)
Guru besar pertama asli Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Prof Dr Drs Sutoyo MPd saat dikukuhkan di auditorium kampus setempat, Sabtu (7/8/2022). (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Ancaman terhadap kebhinekaan nusantara harus diantisipasi dan diatasi secara tepat agar tidak memperlemah kekokohan NKRI.

Adapun beberapa hal yang bisa menjadi ancaman yakni sikap intoleransi, radikalisme dan terorisme, konflik suku dan budaya serta ujaran kebencian dan hoaks.

Hal itu disampaikan Prof Dr Drs Sutoyo MPd dalam orasi ilmiah dalam pengukuhannya sebagai guru besar Bidang Ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Unisri Solo.

Baca Juga: Guru Besar Pertama dari Unisri Solo Dikukuhkan

Sutoyo mengemukakan, upaya antisipasi bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti optimalisasi pengamalan nilai-nilai Pancasila, mengelola dan merawat kebhinekaan secara utuh, menegakkan hukum secara tegas, serta mengedepankan dialog dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini dan berkelanjutan serta menggelorakan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Merawat kebhinnekaan nusantara bukan hanya tanggung jawab pemerintah namun juga seluruh lapisan masyarakat," paparnya.

Baca Juga: Prodi-Prodi Unisri Disiapkan Berbasis Digital

Kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, menjadi salah satu kunci mewujudkan kebhinekaan yang utuh, aman dan nyaman dalam wadah NKRI.

"Pada hakikatnya memiliki pengetahuan saja tentang Pancasila bagi warga negara Indonesia belumlah cukup. Yang terpenting bagi warga negara adalah mengetahui, meresapi, menghayati, kemudian mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek penyelenggaraan negara dan kehidupan masyarakat, " katanya.

Baca Juga: Mahasiswa HI Unisri Bangun Ruang Baca dan Sanggar Belajar di Desa Cepoko, Sragen. Apa Tujuannya?

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Muhammad Nur Salim Pimpin Yayasan Pendidikan Batik

Minggu, 18 September 2022 | 17:25 WIB

Ini Cara Garba Wira Bhuana UNS Ajarkan Cinta Alam

Sabtu, 17 September 2022 | 07:25 WIB

Rektor dan Wakil Rektor Umuka Dilantik

Sabtu, 10 September 2022 | 18:57 WIB

Adopsi Teknologi Digital Sektor Pendidikan Dikupas

Kamis, 1 September 2022 | 05:30 WIB

Aditya Warman Terpilih Jadi Ketua Ikatan Alumni UMS

Senin, 29 Agustus 2022 | 21:43 WIB

Tim PKM Unisri Ajarkan Aquaponik untuk Siswa YPAC Solo

Minggu, 28 Agustus 2022 | 20:22 WIB

Langsung Masuk Rekening, PIP Tidak Ada Potongan

Minggu, 28 Agustus 2022 | 10:41 WIB
X