Dampingi Warga Sekitar Hutan Rakyat, Ini Langkah Tim Pengabdian UNS Solo

- Senin, 3 Oktober 2022 | 18:52 WIB
Tim Pengabdian Pengelolaan Hutan dan Ekowisata UNS Solo memberikan bantuan hibah peralatan pada masyarakat untuk pengolahan hasil hutan bukan kayu.  (SMSolo/dok)
Tim Pengabdian Pengelolaan Hutan dan Ekowisata UNS Solo memberikan bantuan hibah peralatan pada masyarakat untuk pengolahan hasil hutan bukan kayu. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Pengelolaan hutan rakyat perlu pendampingan, agar hutan tetap lestari namun juga mendatangkan manfaat bagi warga sekitar.

Program Studi Pengelolaan Hutan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melalui Research Group (RG) Pengelolaan Hutan dan Ekowisata melakukan pendampingan pengolahan hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Ketua tim pengabdian Yus Andhini Bhekti Pertiwi PhD mengatakan, upaya meningkatkan produktivitas lahan yang dilakukan, salah satunya adalah tumpangsari tanaman keras (tanaman kehutanan/berkayu). Yakni dengan menanam beragam jenis rimpang/empon-empon, terutama jahe.

Baca Juga: Mahasiswa SV UNS Luncurkan Ezberjo untuk Berjo. Apa Itu?

''HHBK merupakan material yang berasal dari hutan, selain kayu, yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat. HHBK merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi,” kata Yus.

Dia memaparkan, pendampingan HHBK berupa memproduksi serbuk jahe instan yang bahan bakunya diperoleh dari hutan rakyat. Kegiatan itu dilakukan di kawasan hutan rakyat Desa Gempolan Kecamatan Kerjo, Karanganyar.

Menurutnya, Desa Gempolan awalnya merupakan desa dengan komoditas unggulan cengkeh dan empon-empon hingga 1990-an. Namun komoditas tanaman cengkeh mengalami serangan Penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC) sehingga menyebabkan kematian pohon cengkeh di daerah tersebut.

Baca Juga: Mahasiswa Kedokteran Polandia Bimbingan Penelitian di UNS Solo

Di desa tersebut terdapat Waduk Gondang dan Gunung Tirah. Kedua objek alam tersebut merupakan aset ekowisata kebanggaan desa.

Karena itu, pemberdayaan masyarakat setempat untuk mendukung fungsi ekologi sangat diperlukan dan menjadi perhatian utama.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

USB Komitmen Laksanakan Tridharma PT yang Berkualitas

Jumat, 11 November 2022 | 21:42 WIB

Dies Natalis USB Solo, ‘Berkarya Untuk USB Unggul’

Jumat, 11 November 2022 | 14:10 WIB

STT Warga Surakarta Asah Skill Karyawan

Senin, 31 Oktober 2022 | 20:27 WIB
X