Mengecer 101.700 Mercon, Dua Orang Ditangkap Polres Sragen

- Kamis, 30 Maret 2023 | 12:38 WIB
Andi Santosa Warga Bulakrejo Desa Pare, Mondokan, Sragen yang menjual ribuan petasan dan tertangkap kini diperiksa Penyidik Satreskrim Polres Sragen, Kamis (30/3).  (SMSolo/Anindito AN )
Andi Santosa Warga Bulakrejo Desa Pare, Mondokan, Sragen yang menjual ribuan petasan dan tertangkap kini diperiksa Penyidik Satreskrim Polres Sragen, Kamis (30/3). (SMSolo/Anindito AN )

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Menjual 100 ribu lebih mercon atau petasan ke warung-warubg, Andi Santosa (35) dan Pardi (38) ditangkap polisi pada lokasi terpisah di Sragen.

Total 101.700 biji mercon disita polisi pada penangkapan itu. Sejumlah 63.700 biji mercon berbagai jenis disita dari tangan Andi yang ditangkap di tempat parkir SPBU 44.572.24 Gabugan, Tanon, Sragen. Sementara 38.000 biji lainnya merupakan milik Pardi.

"Pelaku yang terlibat penjualan petasan dan barang bukti diamankan di Polres Sragen," kata Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Wikan Sri Kadiyono mewakili Kapolres AKBP Piter Yanottama, Kamis (30/3).

Baca Juga: Mercon Meledak di Magelang. 1 Tewas 11 Rumah Rusak

Penangkapan terhadap pelaku berawal saat petugas Unit Resmob Satreskrim Polres Sragen mendapat informasi masyarakat adanya penjualan petasan yang cukup marak.

Petasan itu dijual secara eceran ke warung-warung, serta ditawarkan lewat WhatsApp (WA). Penjualan barang berbahaya yang disukai kalangan remaja itu meresahkan masyarakat.

Selanjutnya Unit Resmob Polres Sragen yang sudah melakukan penyelidikan dan mengetahui hal itu, segera bergerak dan menangkap Andi Santosa di area parkir SPBU Gabugan, Rabu (29/3) pukul 17.00 WIB.

Baca Juga: Sempat Diguyur Hujan, Tahun Baru di Klaten Meriah Tanpa Mercon, Konvoi dan Pesta Miras

Saat diperiksa, terperiksa mengaku mendapat mercon dari Emut Mujiono warga Pare RT 11 Desa Pare, Mondokan, Sragen. Tanpa membuang waktu, tim Unit Resmob memburu dan menangkap Emut Mujiono.

Saat diinterograsi, Emut Mujiono mengaku membeli bahan peledak jenis petasan dari Pardi warga Sidorejo RT 021 Desa Tlogotirto, Sumberlawang, Sragen.

Lalu polisi bergerak menangkap Pardi. Dari tangan Pardi, polisi menyita 38.000 biji petasan dari berbagai jenis.

Baca Juga: 265.000 Petasan Disita di Klaten, Pelaku Bisa Dijerat UU Darurat?

Saat ini status Emut Mujiono, hanya sebagai saksi. Karena hanya menjual sedikit petasan. Sedangkan tersangka utamanya Andi Santosa dan Pardi.

"Pelaku masih ditangani penyidik, guna pengembangan penyelidikan lebih lanjut," tambah AKP Wikan Sri Kadiyono.

Kegiatan para pelaku yang tanpa hak membuat, menguasai, menyimpan bahan peledak jenis petasan diperiksa dalam perkara Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat Republik Indonesia No 12 Tahun 1951.**

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X