Juliyatmono Usul Agar Syarat Tes PCR atau Swab Antigen Peserta SKD CPNS Dikoreksi

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 06:05 WIB
Bupati Karanganyar Juliyatmono (SMSolo/dok)
Bupati Karanganyar Juliyatmono (SMSolo/dok)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Bupati Karanganyar Juliyatmono mengusulkan agar syarat peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021 membawa hasil tes PCR atau swab antigen, dikoreksi.

Syarat itu dinilai membebani calon peserta seleksi, karena harus mengeluarkan biaya lumayan untuk tes PCR ataupun swab antigen.

Jika biaya tes PCR atau swab antigen dibebankan kepada pemerintah selaku penyelenggara SKD CPNS 2021, juga memberatkan karena butuh anggaran cukup besar.

Baca Juga: Alhamdulillah, Akhirnya Status PPKM Klaten Turun ke Level 3

Usulan itu disampaikan Bupati saat mengikuti rapat daring dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Senin (30/8/2021).

Menurutnya, lebih baik syarat itu diganti dengan sertifikat vaksin saja.

Artinya, peserta seleksi cukup memperlihatkan sertifikat telah divaksinasi, minimal dosis pertama.

Baca Juga: Terlibat Peredaran Sabu-Sabu, 3 Sopir Dibekuk Polres Karanganyar

Ditemui usai acara, Juliyatmono mengatakan, syarat bahwa peserta SKD CPNS 2021 di Jawa, Madura dan Bali sudah divaksinasi minimal dosis pertama, sebenarnya sudah tercantum.

"Yang jadi memberatkan, ketika sudah dicantumkan bahwa peserta telah divaksin dosis pertama, tapi masih ditambah harus swab PCR dengan kurun waktu maksimal 2x24 jam, atau rapid tes antigen dengan kurun waktu maksimal 1x24 jam dengan hasil negatif atau non reaktif. Ini kan mahal," tuturnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

X