BST Dioperasikan Satu Orang, Pemkot Surakarta Kaji Penggunaan Peduli Lindungi di Transportasi Publik

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 07:10 WIB
BST: Bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 3.  (SMSolo/Yusuf Gunawan)
BST: Bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 3. (SMSolo/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Seiring terbitnya aturan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tentang penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di transportasi publik, Pemkot Surakarta bakal mengkaji penggunaan aplikasi tersebut di bus Batik Solo Trans (BST) dan angkutan pengumpan (feeder).

Salah satu fokus kajian itu menyangkut hal teknis, lantaran selama ini BST dan feeder hanya dioperasikan oleh seorang pengemudi.

Baca Juga: Alhamdulillah, Akhirnya Status PPKM Klaten Turun ke Level 3

"Kami masih mencari skema terbaik, mengingat ada hal-hal yang perlu dibahas lebih detil sebelum aturan itu benar-benar diterapkan. Kami juga sampaikan hal ini kepada Satgas Penanganan Covid-19. Edaran resminya juga belum kami dapatkan (dari kementerian)," beber Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hari Prihatno, Senin (30/8/2021).

Hari menambahkan, kajian itu diperlukan lantaran selama ini aturan tersebut baru diterapkan dalam perjalanan antardaerah.

Baca Juga: Terlibat Peredaran Sabu-Sabu, 3 Sopir Dibekuk Polres Karanganyar

Baik menggunakan jalur darat, laut maupun udara.

"Makanya penerapannya di lapangan juga harus dipikirkan. Misalnya bagaimana proses scan-nya, bagaimana jika ada penumpang yang belum vaksin atau belum punya aplikasi," jelas Hari.

Sementara itu Wali Kota Gibran Rakabuming Raka mengiyakan persiapan penerapan Peduli Lindungi untuk transportasi perkotaan tersebut.

Baca Juga: Soal Rencana Pemotongan TPP PNS Pemkot Surakarta, Gibran: Nakes Tidak Ada Potongan

Ia juga meminta warga mengunduh aplikasi tersebut, mengingat fungsinya sangat vital dalam mengakses fasilitas publik.

Meski demikian Wali Kota mengakui, sebagian warga masih susah memahami penggunaan aplikasi tersebut.

"Tidak semua warga bisa mengunduh atau mengakses. Nanti kami evaluasi lagi. Sosialisasi juga butuh waktu," paparnya.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Tiga Ruko di Cepogo Boyolali Dibobol Maling

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:36 WIB

Kabupaten Sukoharjo Raih Penghargaan JDIHN

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:05 WIB
X