Petani Minta BBWSBS Tidak Tutup Aliran Air ke Saluran Colo Timur Tahun Ini

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 15:20 WIB
Dam Colo di Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. (SMSolo/Heru S)
Dam Colo di Kecamatan Nguter Kabupaten Sukoharjo. (SMSolo/Heru S)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur meminta agar tahun ini tidak ada penutupan aliran ke saluran Colo Timur.

Ketua P3A Jigong Sarjanto mengatakan, permohonan itu sudah dikirim melalui surat resmi ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Saat ini pihak BBWSBS belum bisa memberikan jawaban karena masih akan dirapatkan.

"Permohonan kami itu didasari pada pantauan di lapangan serta kesepakatan petani (P3A/GP3A), dimana kondisi air di Waduk Gajah Mungkur (WGM) masih relatif aman," ujar Jigong.

Baca Juga: Turun Level 3, Boyolali Bisa Gelar PTM Bupati Minta Tidak Tergesa-gesa

Menurut Kades Pranan Kecamatan Polokarto, dalam kondisi normal atau tahun-tahun sebelumnya, setiap tanggal 1 Oktober aliran air ke saluran Colo Timur dan Barat ditutup.

Namun karena saat ini terjadi kemunduran Masa Tanam (MT) 2 dan berimbas pada masa panen dan MT 3, pihaknya berharap tidak ada penutupan aliran air. Sebab diperkirakan, tanaman padi pada saat Oktober itu usianya antara 30-45 hari.

"Dengan kata lain, tanaman masih sangat membutuhkan air. Jadi kalau sampai aliran ditutup, jelas petani dirugikan," ujarnya.

Baca Juga: Tantangan Pancasila di Era Digital Sangat Besar

Kepala Desa Karangwuni, Hartono mengamini yang disampaikan Jigong Sarjanto. Menurut dia, dalam kondisi pertanian saat ini, penutupan aliran ke Colo Timur perlu dipertimbangkan.

"Kami mendukung karena ini untuk kepentingan petani. Jadi kami harap tahun ini memang tidak ada penutupan aliran air ke Colo Timur," ujar Hartono.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Warga Kurang Mampu di Sukoharjo Kembali Dapat Bantuan

Senin, 17 Januari 2022 | 15:05 WIB

Gropyokan Tikus, Pemdes Pranan Berikan Bonus

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:46 WIB
X