Peringatan Bagi Orang Tua! 12 Anak Peroleh Diversi Setelah Ditangkap Karena Konvoi

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 21:08 WIB
DIVERSI: Penyerahan kasus hukum 12 anak di bawah umur dari Satreskrim Polres Sragen ke Bapas Surakarta, di Mapolres Sragen, Senin (30/8/2021). Anak-anak itu mendapat diversi.  (SMSolo/Basuni H)
DIVERSI: Penyerahan kasus hukum 12 anak di bawah umur dari Satreskrim Polres Sragen ke Bapas Surakarta, di Mapolres Sragen, Senin (30/8/2021). Anak-anak itu mendapat diversi. (SMSolo/Basuni H)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Sebanyak 12 anak bawah umur dan berstatus pelajar yang ditangkap petugas Polres Sragen karena konvoi, memperoleh diversi.

Mereka terkena proses hukum karena konvoi saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa Bali beberapa waktu lalu. Namun kemudian mendapat diversi.

Diversi merupakan proses restorasi justice, di mana sanksi yang dikenakan adalah dikembalikan kepada orang tuanya.

Baca Juga: Penyekatan Akhir Pekan, Polda Jateng Periksa 4.489 Kendaraan

Dua belas anak itu terinci atas 11 anak laki-laki dan seorang anak perempuan.

Namun karena masih di bawah umur, anak-anak dari salah satu perguruan silat itu akhirnya dibebaskan.

Kasusnya yang ditangani Polres Sragen diserahkan ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) Surakarta, untuk dilakukan pembinaan, pada Senin (30/8/2021).

Baca Juga: Status PPKM Turun ke Level 3, Karanganyar Siap Melaksanakan PTM

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Guruh Bagus Edy menyampaikan, anak-anak itu terlibat kerumunan yang meresahkan masyarakat.

Padahal saat itu Sragen termasuk wilayah PPKM Darurat.

Anak-anak itu dinilai melanggar pasal 14 UU Nomor 6 tahun 2006 tentang Karantina Kesehatan.

Baca Juga: PPKM Solo Raya Turun Level, PTM di Solo Siap Dimulai September

Ancaman hukumannya satu tahun penjara.

Ini sekaligus peringatan bagi orang tua agar benar-benar mengawasi anak-anaknya.

Namun, karena 12 anak tersebut berada di bawah umur, selanjutnya dikenakan proses diversi.

Baca Juga: Status PPKM Turun ke Level 3, Karanganyar Siap Melaksanakan PTM

"Karena masih di bawah umur, dan ancaman pidana yang dikenakan di bawah 7 tahun, maka kita kenakan proses diversi, yang kemudian kita serahkan kepada balai pemasyarakatan," kata Kasat Reskrim mewakili Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi.

Rata-rata kedua belas anak tersebut berumur 15 - 17 tahun, dan masih berstatus pelajar aktif.

Baca Juga: Sejumlah SMA dan SMK di Wonogiri Belum Berani Gelar PTM

"Sehingga sanksi pidananya tidak kami jalankan, dan sepenuhnya kami serahkan kepada Bapas dan orang tua," tandas AKP Guruh.

Peni Ratna Sari dari Bapas Surakarta mengatakan, meski mendapat diversi, kepada 12 anak itu tetap dilakukan wajib lapor ke Polres Sragen.

Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan di Masa Pandemi, Kelompok 211 KKN UNS Bangun Sentra Kebutuhan Pokok

"Mereka tetap wajib lapor, selama dua bulan ke Polres Sragen. Selain itu, tidak serta merta anak dikembalikan ke orang tua, tetap kita awasi," jelas Peni.

Menurut dia, kedua belas anak memenuhi syarat untuk dilakukan proses diversi.

"Mereka memenuhi proses diversi, seperti masih di bawah umur, ancaman pidana kurang dari 7 tahun, serta bukan residivis," kata Peni.*

 

 

 

 

 

 

 

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Polres Boyolali Sita Ribuan Botol Miras

Senin, 24 Januari 2022 | 15:06 WIB

Jogorojo Bersihkan Eceng Gondok Rawa Jombor

Senin, 24 Januari 2022 | 08:37 WIB

Banjir Rendam 22 Ruko di Banyudono, Boyolali

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:34 WIB

Minyak Goreng Di Pasar Tradisional Boleh Harga Lama

Minggu, 23 Januari 2022 | 19:05 WIB

Mengintip Wajah Baru dan Geliat Pasar Legi Solo

Minggu, 23 Januari 2022 | 18:54 WIB

Ini Kesan Para Kolega Putut Gunawan

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:12 WIB
X