Menengok Ingar Bingarnya Siswa SD di Boyolali Ikuti PTM di Hari Pertama

- Senin, 6 September 2021 | 14:27 WIB
Siswa SDN 9 Boyolali mengikuti pelajaran di kelas dan bertemu guru setelah sekian lama libur karena pandemi Covid-19. (SMSolo/Joko Murdowo)
Siswa SDN 9 Boyolali mengikuti pelajaran di kelas dan bertemu guru setelah sekian lama libur karena pandemi Covid-19. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Senin, 6 September 2021 menjadi momen berharga bagi siswa SDN 9 Boyolali, utamanya siswa kelas 1. Ya, hari itu mereka bisa bertemu dengan guru di sekolah seiring adanya pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi Covid-19.

Tepat pukul 07.00 WIB, lonceng pertanda masuk jam pertama berbunyi. Para siswa pun masuk kelas dibimbing guru untuk duduk rapi sesuai nomor absensi. Lengkap dengan mengenakan masker, hari pertama PTM ini diisi dengan penilaian tengah semester.

Baca Juga: Diduga Kecelakaan Tunggal, Warga Jatimalang Ditemukan Tewas di Area Persawahan

Beragam tingkah siswa pun terlihat. Sebagian besar tampak antusias belajar. Bahkan bersahut-sahutan meminta atensi gurunya. Namun ada pula yang menangis lantaran tidak membawa rautan. Guru pun dengan sabar mencoba menenangkan siswa.

"Ya, ini kali pertama para siswa dan guru bisa bertatap muka secara langsung di sekolah. Sekaligus menjawab kerinduan kami pada siswa,” ujar Kepala SDN 9 Boyolali, Ngatmi.

Baca Juga: Antarkan Atlet Raih Emas Paralympic Tokyo 2020, Ini Harapan Manajer dan Pelatih Bulutangkis Indonesia

Sekolah lebih menekankan pada pendekatan pada siswa. Agar siswa tidak kaku saat mengikuti PTM. Pembelajaran ini dilakukan setelah sekolah mendapatkan izin dari Disdikbud Boyolali pada Sabtu lalu.

Pihaknya langsung mengirimkan surat izin mengikuti PTM dari orangtua. Dari 308 siswa, semua wali murid mengizinkan. Pèmbelajaran untuk kelas bawah (kelas 1,2,3) selama 90 menit dan kelas atas 120 menit.

Sekolah memanfaatkan momen ini untuk mendampingi belajar anak. Setiap pertemuan, guru akan menyisipkan perilaku taat prokes. Sekolah memaksimalkan tim satgas covid-19. Ada yang bertugas mengatur jalan, mengecek suhu, mengarahkan siswa untuk cuci tangan dengan sabun hingga teknis prokes saat di kelas.

Baca Juga: PDAM Sragen Bebaskan Denda Bagi 2.000 Penunggak Tagihan

Terpisah, Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto mengatakan ada 46 SD yang mengikuti PTM perdana. Namun, belum pembelajaran karena masuk masa Penilaian Tengah Semester (PTS). Selain itu, antusias siswa dan orangtua sangat tinggi.

"Hari ini juga kami perluas jenjang SD. Ada SD inti dan imbas. Ada 57 SD inti di Boyolali saya beri kesempatan ujicoba PTM. Sifatnya tidak wajib, semua tergantung kesiapan sekolah.”

Darmanto menkankan pada pendisiplinan prokes siswa. Dia ingin, anak-anak menjadikan guru sebagai idolanya. Dengan pendekatan guru tersebut, siswa lebih mudah diarahkan untuk taat prokes. Kemudian, evaluasi PTM akan dilakukan secara berkala tiap minggunya. **

Halaman:
1
2

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Sempat Melambung, Harga Telur Ayam Kembali Anjlok

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:45 WIB

Polres Boyolali Sita Ribuan Botol Miras

Senin, 24 Januari 2022 | 15:06 WIB

Banjir Rendam 22 Ruko di Banyudono, Boyolali

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:34 WIB

Kecamatan Gladagsari, Boyolali Punya Kantor Baru

Kamis, 20 Januari 2022 | 15:06 WIB
X