Konvoi Dinihari, 21 Motor Berknalpot Brong Diamankan Satlantas Polres Karanganyar

- Senin, 6 September 2021 | 14:36 WIB
Polisi mengamankan sepeda motor berknalpot brong yang berkonvoi di jalanan Karanganyar, Senin (6/9) dinihari. (SMSolo/dok)
Polisi mengamankan sepeda motor berknalpot brong yang berkonvoi di jalanan Karanganyar, Senin (6/9) dinihari. (SMSolo/dok)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Sebanyak 21 sepeda motor berknalpot bronggg terjaring razia yang dilakukan jajaran Satlantas Polres Karanganyar, Senin (6/9) pukul 02.00 dinihari.

Kendaraan itu digunakan untuk berkonvoi oleh pemiliknya, usai acara penerimaan anggota baru sebuah perguruan silat. Mereka meluapkan kegembiraan dengan konvoi sambil menggeber-geber gas sepeda motor.

Rombongan datang dari arah Tasikmadu dan masuk ke area Karanganyar kota. Suara berisik knalpot brong membuat warga terganggu, sehingga melaporkan kejadian itu ke polisi. Sebelumnya, sejumlah personel polisi juga standby di beberapa titik, untuk mencegah konvoi.

Baca Juga: Menengok Ingar Bingarnya Siswa SD di Boyolali Ikuti PTM di Hari Pertama

Polisi lalu mengejar peserta konvoi dan mengamankan sepeda motor. Kendaraan mereka kemudian dibawa ke markas Satlantas untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasatlantas Polres Karanganyar AKP Sarwoko mengatakan, dari pengakuan para pesilat yang diamankan, mereka berkonvoi usai mengikuti acara penerimaan anggota baru di cabang Tasikmadu dan Karanganyar.

Baca Juga: Diduga Kecelakaan Tunggal, Warga Jatimalang Ditemukan Tewas di Area Persawahan

Panitia acara sebenarnya sudah mengantisipasi konvoi, dengan menyiapkan kendaraan roda empat untuk mengangkut peserta acara. "Panitia sudah berkomitmen agar peserta acara tidak memakai sepeda motor," jelasnya.

Namun usai acara, muncul rombongan dari luar daerah dan meluapkan kegembiraan dengan berkonvoi. Karena mengganggu, polisi kemudian bertindak tegas. Konvoi dibubarkan dan sejumlah pendekar beserta sepeda motornya ditangkap.

"Peserta konvoi rata-rata berusia 20-an tahun. Mereka diamankan untuk diberi pembinaan, agar tidak melakukan hal serupa. Sebab mengganggu ketentraman masyarakat," tegasnya. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X