Latihan Sempat Terkendala Pandemi, Siswa SMP Krista Gracia Klaten Juara FLS2N Kategori Musik Tradisional

- Selasa, 7 September 2021 | 17:10 WIB
Tim SMP Krista Gracia yang memenangi FLS2N katagori music tradisonal unjuk kebolehan pada peluncuran buku Perjalanan Tak Kenal Lelah Sang Guru’ Selasa (7/9/21).(SMSolo/Merawati Sunantri)
Tim SMP Krista Gracia yang memenangi FLS2N katagori music tradisonal unjuk kebolehan pada peluncuran buku Perjalanan Tak Kenal Lelah Sang Guru’ Selasa (7/9/21).(SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Siswa SMP Krista Gracia Klaten berhasil meraih prestasi membanggakan dengan memenangi Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) kategori musik tradisional, 31 Agustus 2021 lalu.

Lima siswa SMP Krista Gracia Klaten itu terdiri atas Gendreh Kemasan yang bermain gendang, siter dan saron, Valletha Stymaura HK menabuh bonang, kethuk dan peking, Gonjang Anom K yang memainkan saron dan gambang, Inocencius Nandito YAS sang pemukul gong dan Gracia Fortuna yang memainkan demung dan slenthem.

Mereka unjuk kebolehan pada Konferensi Pers peluncuran Buku "Perjalanan Tak Kenal Lelah Sang Guru" di aula SMP Krista Gracia, Jalan Seruni, Klaten Tengah, Selasa (7/9/21). Tembang Honocoroko dibawakan dengan apik berbalut koreografi sepanjang penampilan.

Baca Juga: Waduk Pidekso di Giriwoyo akan Diresmikan Presiden Jokowi, Ini Waktunya

"SMP Krista Gracia meraih medali emas FLS2N 2021 cabang musik tradisional, sekaligus menjadi Penyaji Terbaik Tingkat Nasional," kata Kepala SMP Krista Gracia, Kepala SMP Krista Gracia Klaten, Drs Abednego Kuncoro MM.

Sebagai Duta Seni Klaten yang mewakili Provinsi Jawa Tengah maju ke tingkat nasional, Raihan itu sangat membanggakan. Selain itu, ada 3 kategori penghargaan khusus juga diborong tim musik tradisional SMP Krista Gracia.

Gendreh Kemasan merebut predikat pemain musik terbaik, Gracia Fortuna Asafriartha menjadi pelantun vokal terbaik, dan pelatih tim Septiawan Kurniadi, S.Sn menjadi penata musik terbaik.

Baca Juga: Jelang PTM di SD Muhammadiyah 1 Surakarta, Siswa Dilarang Bepergian Selama 7 Hari Sebelumnya

"Suara saya serak, jadi menjelang pentas makan kencur biar suaranya los. Kami Latihan sekitar 2 bulan,’’ kata Gracia. Proses latihan pun sempat terkendala, karena ada peserta dan pelatih terpapar virus corona. Namun, semangat mereka tetap tinggi.

"Yang penting adalah membuat anak-anak mencintai musik tradisional dulu, setelah jatuh cinta maka mereka akan menikmati permainan musiknya,’’ kata Septiwan.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X