Satnarkoba Polresta Surakarta Ungkap Kasus Sabu Seharga Satu Rumah Mewah

- Rabu, 8 September 2021 | 15:08 WIB
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Syafri Simanjutak gelar perkara kasus sabu-sabu sneilai Rp 700 juta. (SMSolo/Sri Hartanto)
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Syafri Simanjutak gelar perkara kasus sabu-sabu sneilai Rp 700 juta. (SMSolo/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Jajaran Satnarkoba Polresta Surakarta mengungkap kasus sabu-sabu (SS) dengan nilai fantastis dengan nilai setara harga satu unit perumahan mewah.

Kasus ini bermula atas tertangkapnya tersangka kurir narkoba berinisial AM alias PJ (32) warga Serengan, Solo. Tersangka ditangkap karena terbukti menyimpan sabu-sabu seberat 525 gram di tempat kosnya di Gumpang, Kartasura, pada Senin (6/9/2021) malam.

Sabu-sabu milik AM yang disita tersebut seharga Rp 700 juta. Pengungkapan kasus narkoba terbesar di tahun 2020 dan 2021 itu dikemukakan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak, Rabu (8/9/2021) siang.

Baca Juga: Panen dan Tabur 3.000 Benih Ikan Lele di Mapolsek Polokarto, Kapolda Jateng Apresiasi Polres Sukoharjo

Ditambahkan Kapolresta, selain menangkap AM, selama bulan Agutus hingga September pekan pertama, jajaran Satnarkoba menangkap 21 tersangka dengan total barang bukti 562,7 gram sabu-sabu.

Dari jumlah itu, 525 gram merupakan milik seorang tersangka AM. Pengungkapan AM berawal dari informasi bakal ada transaksi narkotika di wilayah Kota Solo. Kepolisian pun langsung bergerak menuju lokasi dan menangkap AM.

Dari tangan AM, awalnya polisi menemukan tiga paket sabu-sabu. Lantas, kepolisian mengembangkan kasus itu dan menemukan 10 paket sabu-sabu di tempat kosnya di Gumpang, Kartasura.

Baca Juga: Kado Pahit Ultah Dirjen PAS. 41 Napi Tewas Terbakar di Lapas Tangerang

Dari 13 paket itu terbagi dalam satu paket 100 gram, empat paket 50 gram, 5 paket 25 gram, dua paket 20 gram, satu paket 10 gram, dan dua paket lima gram.

"Berdasar pengakuan, tersangka tidak mengetahui asal dan tujuan barang itu dikirim. Pengakuan lain tersangka hanya bertindak untuk memecah atau membagi sabu-sabu dalam jumlah kecil,” terang Ade Safri didampingi Kasat Narkoba, Kompol Rikha Zulkarnaen, Kasat Reskrim, AKP Djohan Andika dan Kasubag Humas, AKP Umi Supriati.

Baca Juga: Boleh Gelar Hajatan pada Perpanjangan PPKM Level 3 di Boyolali. Syarat dan Ketentuan Berlaku

Mantan Dirreskrimsus Polda Jateng itu menambahkan, dari jumlah SS milik AM, paket sabu-sabu itu dapat dipecah menjadi seribuan paket hemat.

Saat ini pemasok sabu-sabu kepada AM masih diburu petugas. Kapolresta memastikan AM merupakan jaringan pengedar sabu-sabu antarkota di Jawa Tengah.

Dalam perkara ini AM dijerat pasal 112 ayat (2) subsider pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia No.35/2009 dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara hingga penjara seumur hidup. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Sisihkan Uang Belanja, DWP UNS Gelar Jumat Berbagi

Jumat, 26 November 2021 | 22:05 WIB

ISI Surakarta Gelar Festival Keris Internasional

Jumat, 26 November 2021 | 10:26 WIB
X