Desa Bonyokan Jadi Kampung Tangguh Narkoba, BNN: Tak Sebatas Seremonial

- Jumat, 10 September 2021 | 09:20 WIB
Relawan Desa Bonyokan memampangkan berbagai poster saat desa di wilayah Jatinom, Klaten itu dicanangkan sebagai Kampung Tangguh Narkoba.  (SMSolo/dok)
Relawan Desa Bonyokan memampangkan berbagai poster saat desa di wilayah Jatinom, Klaten itu dicanangkan sebagai Kampung Tangguh Narkoba. (SMSolo/dok)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Pemkab Klaten memberi apresiasi tinggi pada warga Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Klaten atas terbentuknya Kampung Tangguh Narkoba.

Kampung Tangguh Narkoba itu bertujuan, agar Desa Bonyokan bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Baca Juga: Desa Bonyokan akan Dikukuhkan Sebagai Kampung Tangguh Narkoba

‘’Pemkab Klaten sangat mendukung dan mengapresiasi Kades, ibu-ibu PKK, dan remaja karena berani mencanangkan Kampung Tangguh Narkoba, semoga selalu bersih dari narkoba,’’ kata Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya.

Hal itu ditegaskan pada pencanangan Kampung Tangguh Narkoba di Gedung Wasibagno Desa Bonyokan, Kamis (9/9/2021).

Rencananya ada 5 desa di Klaten yang akan dikukuhkan menjadi Kampung Tangguh Narkoba.

Baca Juga: Sambil Berolahraga, Duta Pelajar Anti Narkoba Klaten Belajar Kampanye

‘’Bila semakin banyak desa yang memerangi narkoba, maka generasi muda di Klaten akan bisa terhindar dari narkoba, menjadi generasi yang bersinar (bersih dari narkoba), sehinga menjadi kebanggaan orang tua dan Kabupaten Klaten,’’ ujar Yoga Hardaya.

Kasi Pencegahan BNN Provinsi Jawa Tengah Jamaluddin Ma’ruf meminta agar pencanangan Kampung Tangguh Narkoba tak sebatas seremonial.

Namun dibarengi aksi nyata melalui penguatan relawan yang bertugas sebagai duta anti narkoba di wilayahnya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Terkini

Kabupaten Sukoharjo Raih Penghargaan JDIHN

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:05 WIB

UMK Wonogiri Tahun 2022 Naik Sebesar 12 Ribu Rupiah

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:14 WIB
X