Belum Dilengkapi Aplikasi PeduliLindungi, Prokes jadi Andalan 44 Pasar Tradisional di Solo

- Jumat, 10 September 2021 | 10:28 WIB
Petugas Dinas Perdagangan Surakarta memantau kelayakan bahan pangan di Pasar Tanggul. (SMSolo/dok)
Petugas Dinas Perdagangan Surakarta memantau kelayakan bahan pangan di Pasar Tanggul. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com – Meski aktivitas jual beli di pasar tradisional Kota Solo cenderung meningkat seiring penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Pemkot Surakarta belum menerapkan metode skrining pengunjung menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Sebagai gantinya, penerapan protokol kesehatan (prokes) jadi andalan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di 44 pasar tradisional Kota Solo.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi menjelaskan, berbeda dengan mal aplikasi Peduli Lindungi belum dijadikan syarat masuk pengunjung di pasar tradisional.

Baca Juga: Lima Desa di Sukoharjo Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Gelontor 121 Tangki Air

“Kami meminta pengelola pasar tradisional menyiapkan petugas khusus, yang rutin berkeliling dan mengecek penerapan protokol kesehatan di lokasi masing-masing. Itu disebut ronda masker. Selain itu kegiatan rutin seperti penyemprotan disinfektan dan lain-lain juga tetap dilakukan,” terang Heru.

Dispensasi bagi penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi tersebut juga diberlakukan Pemkot di beberapa pusat perbelanjaan tekstil, seperti Pusat Grosir Solo (PGS) dan Beteng Trade Center (BTC).

Baca Juga: Dinas Kesehatan Klaim Boyolali Masuk Kriteria PPKM Level 1. Positif Rate Tinggal 10 Persen

“Catatan kami, di PGS dan BTC itu ada beberapa kendala seperti akses keluar masuk yang ada di banyak titik. Itu relatif menyulitkan pengawasan. Untuk sementara kami berkoordinasi dengan pengelola agar petugas pengawas protokol kesehatan bisa lebih maksimal.”

Sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Legi, pun telah memberlakukan pengawasan berkala terhadap penerapan protokol kesehatan tersebut.

“Patroli gabungan kami lakukan tiap pagi dan sore, dengan cara berkeliling untuk memantau situasi pasar. Sarana pendukung protokol kesehatan, seperti fasilitas cuci tangan, juga sudah tersedia di berbagai titik strategis," terang kepala pengelola Pasar Legi, Nur Rahmadi. **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Sisihkan Uang Belanja, DWP UNS Gelar Jumat Berbagi

Jumat, 26 November 2021 | 22:05 WIB

ISI Surakarta Gelar Festival Keris Internasional

Jumat, 26 November 2021 | 10:26 WIB
X