Strategi Vaksinasi di Boyolali Diubah, Gunakan Poros Desa

- Senin, 13 September 2021 | 15:15 WIB
Plt Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Insan Adi Asmono. (SMS/dok)
Plt Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Insan Adi Asmono. (SMS/dok)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Terobosan baru dilakukan Dinkes Boyolali guna mempercepat vaksinasi.

Yaitu, vaksinasi dengan poros desa.

Mereka yang dilibatkan Dalam poros desa adalah para perangkat berbagai sektor tingkat desa di Boyolali.

Baca Juga: Dinas Kesehatan Klaim Boyolali Masuk Kriteria PPKM Level 1. Positif Rate Tinggal 10 Persen

“Kita libatkan aktif bidan desa dan tim desa, Babinsa/Babinkamtibmas, perangkat desa dibantu relawan untuk screening,” ujar Plt Kepala Dinkes Boyolali, Insan Adi Asmono, Senin (13/9/2021).

Total ada 267 tim vaksin desa dan kelurahan dengan target capaian 365 vaksin/ hari.

“Dalam sehari total bisa 100.000 suntikan vaksinasi. Jika droping vaksin lancar, maka tak sampai Desember mendatang maka kita bisa mencapai 70 persen.”

Baca Juga: Kabar Gembira, Tlatar Minggu Depan Uji Coba Pembukaan Tempat Wisata di Boyolali  

Disinggung tentang ketersediaan vaksin, Insan menjamin aman.

Saat ini Boyolali mendapat droping 100.000 dosis vaksin jenis Sinovac dari Pusat.

Bahkan, vaksin bakal didistribusikan ke bidan desa.

“Jadi, kalau ada yang butuh bantuan, maka kami siap fasilitasi.”

Baca Juga: Boyolali Bakal Tambah Ikon Baru. Patung PB VI Dibangun di Selo senilai Rp 500 Juta

Yang menggembirakan, lanjut dia, sampai saat ini 50 persen tim vaksin tingkat desa sudah terbentuk lengkap dengan SK-nya.

Selanjutnya tim mendapatkan pelatihan cara penyuntikan vaksin.

“Tiga hari, Senin- Rabu (13-15/9), digelar pelatihan di tingkat Puskesmas. Selanjutnya, mulai Kamis (16/9), seluruh tim langsung bekerja.”

Baca Juga: Petani Tembakau Lereng Merapi Boyolali Berburu Sinar Matahari

Disinggung tentang adanya warga yang terpapar meskipun sudah divaksin, dia mengakuinya.

“Saya akui kejadian itu ada, bahkan petugas kesehatan juga ada yang kena. Namun karena sudah vaksin maka imunitasnya lebih baik. Sehingga kondisi pasien yang terpapar tidak parah dan bisa cepat sembuh," ujar Insan.*

Halaman:
1
2
3

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sempat Melambung, Harga Telur Ayam Kembali Anjlok

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:45 WIB

Polres Boyolali Sita Ribuan Botol Miras

Senin, 24 Januari 2022 | 15:06 WIB

Banjir Rendam 22 Ruko di Banyudono, Boyolali

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:34 WIB

Kecamatan Gladagsari, Boyolali Punya Kantor Baru

Kamis, 20 Januari 2022 | 15:06 WIB
X