Upaya Tingkatkan Toleransi Masyarakat, Moderasi Beragama Intensif Disosialisasikan

- Kamis, 16 September 2021 | 06:20 WIB
Silaturahmi FKUB Karanganyar dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Rabu (15/9/2021).  (SMSolo/Irfan Salafudin)
Silaturahmi FKUB Karanganyar dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Rabu (15/9/2021). (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Karanganyar bersama instansi terkait intensif menyosialisasikan program Moderasi Beragama.

Tujuan Moderasi Beragama untuk mengajak masyarakat dalam memahami agama tidak secara tekstual dan sempit.

Baca Juga: Pemkab Karanganyar Gratiskan Biaya Tes Swab Antigen Peserta SKD Formasi PPPK

Ketua FKUB Karanganyar Khuzaini Hasan mengatakan, selama ini banyak orang dalam memahami agama hanya secara tekstual.

"Padahal idealnya, agama dipahami secara kontekstual dan komprehensif. Bahaya memahami agama secara tekstual ini, antara lain memunculkan pandangan yang ekstrim," katanya, usai acara silaturahmi FKUB dengan Pimpinan Dakwah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar di Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM), Rabu (15/9/2021).

Baca Juga: Persiapan PTM, 300 Siswa Kelas VIII SMPN 1 Karanganyar Jadi Sasaran Vaksinasi

Perilaku memahami agama secara tekstual, menurutnya, terjadi di semua agama.

"Karena itu, Moderasi Beragama ini menjadi penting, agar orang lebih toleransi. Yang perlu dimoderatkan bukan agamanya, tapi pengikutnya," ujarnya.

Dalam upaya menyosialisasikan program itu, FKUB intensif bersilaturahmi dengan sejumlah ormas keagamaan di Karanganyar.

Baca Juga: TMMD Reguler Ke-112 Digelar di Desa Majasto Tawangsari

Harapannya, program tersebut bisa disampaikan ke umat lebih luas.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karanganyar Wiharso mengatakan, ada empat poin yang diharapkan terwujud dari program Moderasi Beragama.

"Dengan Moderasi Beragama, komitmen kebangsaan harus jelas. NKRI harga mati, Pancasila dan UUD 1945 menjadi landasan kehidupan berbangsa bernegara," tandasnya.

Baca Juga: Unisri Gelar Vaksinasi Massal bagi Mahasiswa, Dosen, Karyawan dan Masyarakat

Toleransi juga semakin baik, karena orang bisa hidup berdampingan dalam perbedaan.

"Kan tidak mungkin, orang kok semuanya sama. Begitu pula dengan agama," tuturnya.

Gol ketiga yang ingin dicapai adalah sikap antikekerasan di masyarakat.

Baca Juga: Hebat. Warga Hibahkan Tanah Ratusan Meter untuk TMMD Lemahbang Wonogiri

Sementara poin keempat yakni menghormati kearifan lokal tanpa bertentangan dengan ajaran agama yang diyakini.

"Moderasi Beragama ini bertujuan untuk mencapai kedamaian hidup di Indonesia. Saling menghormati, saling menyayangi, dalam menciptakan ketenteraman dan kedamaian hidup," imbuhnya.*

Halaman:
1
2
3

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

103 Keluarga Korban Bencana Alam Terima Santunan

Kamis, 6 Januari 2022 | 17:10 WIB
X