Bupati Sukoharjo Bujuk Pasutri yang Tinggal di Warung, Pindah ke Rusunawa

- Jumat, 17 September 2021 | 15:18 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani menemui pasutri di Kartasura yang tinggal di warung angkringannya, Jumat (17/9). (SMSolo/Heru S)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani menemui pasutri di Kartasura yang tinggal di warung angkringannya, Jumat (17/9). (SMSolo/Heru S)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Bupati Sukoharjo Etik Suryani mendatangi pasangan suami istri dengan 13 anak yang tinggal di kolong meja wedangan di Kartasura, Jumat (17/9/) siang.

Begitu tiba di warung angkringan yang ada di sekitar SMPN 3 Kartasura itu, bupati langsung menemui Cahyo Yulianto (50) dan istrinya Wiwin Haryati (48).

Di sana bupati menanyakan kondisi mereka dan bagaimana bisa tinggal di dalam warung yang ada pinggir jalur utama Kartasura-Boyolali tersebut. Selain itu, bupati juga menanyakan kondisi anak-anaknya.

Baca Juga: Pemkab Sukoharjo Tawari Satu Keluaga yang Tinggal di Kolong Meja Wedangan Pindah ke Rusunawa

Komunikasi yang cair antara bupati dan pasutri itu terkadang membuat tertawa. Terlebih saat bupati bertanya, bagaimana bisa dengan tinggal di bawah tenda punya anak 13.

Di satu sisi bupati menyampaikan kedatangannya adalah untuk memastikan tawaran yang sudah disampaikan Dinas Sosial (Dinsos) sebelumnya. Yaitu pindah dan tinggal di Rusunawa Joho Baru, Sukoharjo.

"Kasihan anak-anak panjenengan kalau harus tinggal di sini. Mereka harus dapat pendidikan yang layak, tinggal di rumah yang layak, kesehatannya diurus dan lain sebagainya," ujar bupati.

Baca Juga: Solo Raya Dapat Jatah 25 Ribu Vaksin. Kurangi Gap Kawasan Aglomerasi Solo

Anak-anak, lanjut bupati juga butuh bermain. Tetapi kalau tinggal di pinggir jalur utama ini sangat rawan dan berbahaya. Sebab arus lalulintas sangat padat.

Karena itu, bupati menawarkan agar mereka mau pindah ke Rusunawa tanpa harus keluar biaya sepeserpun. Terkait pendidikan bagi anak-anaknya, bupati menjamin kelangsungannya.

Bahkan, jika pasutri tersebut ingin usaha akan diberikan permodalan dan dicarikan tempat usaha.

"Pripun bapak-ibu. Saya selaku pemerintah memberikan penawaran demi kebaikan panjenengan semua. Kasihan anak-anak kalau harus berada di sini," ungkap Etik.

Baca Juga: RSUD Bung Karno Solo Siapkan Layanan Hemodialisa

Mendapat tawaran dari orang nomor satu di Pemkab Sukoharjo itu, pasutri tersebut mengaku sudah ada pihak yayasan yang menawarkan kontrakan rumah selama satu tahun.

Mendengar jawaban itu, bupati menyerahkan semua keputusan pada mereka. Yang jelas, Pemkab sudah berupaya agar pasutri tersebut mendapat penghidupan dan tempat tinggal yang layak.

"Monggo, kami berikan waktu seminggu ini. Kalau berkenan silahkan langsung menghubungi saya atau lewat pak Camat. Tetapi kalau tidak mau, nggih sampun. Kami tidak memaksa, silahkan dipikir-pikir dulu," ungkap bupati.

Baca Juga: Terima Kontingen Paralympic Indonesia di Istana Bogor, Presiden: Jangan Lalai

Untuk diketahui, pasutri asal Kartasura tersebut selama ini tinggal dan tidur di kolong meja wedangan bersama anak-anaknya. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukoharjo Suparmin mengatakan, pihaknya sudah datang dan menemui keluarga itu serta memberikan bantuan.

Di antaranya, sembako, terpal, kids ware, food ware, family ware, seragam sekolah, peralatan dapur dan kasur. Kemudian memberikan bantuan uang tunai senilai Rp1 juta.

"Bantuan juga diberikan jaminan sosial Kartu Indonesia Sehat (KIS) seluruh anggota keluarga berjumlah 13 orang," kata Parmin.

Baca Juga: Covid-19 Melandai, Ruang Isolasi RSUD Bung Karno Kosong

Selain itu, Pemkab juga menawarkan tempat tinggal bagi satu keluarga tersebut ke rumah susun sewa sederhana (rusunawa) di Joho, Sukoharjo. Termasuk akan memfasilitasi pendidikan gratis bagi anak-anaknya.

Namun demikian pasutri tersebut menolak tawaran pemkab menempati rusunawa dengan alasan tak mau meninggalkan usaha wedangan yang sudah dijalani sejak lama di sana. Padahal Pemkab juga siap menarikan lahan jika yang bersangkutan ingin usaha jualan.

"Kini tinggal tiga orang anak yang belum masuk data penerima KIS dan dalam tahap diikutsertakan oleh Pemkab Sukoharjo."

Yang jelas, Pemkab sudah berusaha agar keluarga itu mendapatkan tempat yang layak. Namun sekali lagi, keluarga itu sejauh ini belum bersedia. ** 

Halaman:
1
2
3

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Warga Kurang Mampu di Sukoharjo Kembali Dapat Bantuan

Senin, 17 Januari 2022 | 15:05 WIB

Gropyokan Tikus, Pemdes Pranan Berikan Bonus

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:46 WIB
X