Hutan Bromo KaranganyarTerbakar, 2 Orang Jadi Korban. Tenang, Ini Hanya Simulasi Peluncuran MPA Singo Serang

- Jumat, 17 September 2021 | 18:05 WIB
Mobil pemadam dan sejumlah warga dari MPA Singo Serang berjalan di kawasan hutan Gunung Bromo pada simulasi penanganan kebakaran, Jumat (17/9/2021) (SMSolo/Irfan Salafudin)
Mobil pemadam dan sejumlah warga dari MPA Singo Serang berjalan di kawasan hutan Gunung Bromo pada simulasi penanganan kebakaran, Jumat (17/9/2021) (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Suara panik mengabarkan titik kebakaran hutan di area Wana Wisata Gunung Bromo, terdengar dari handy talkie (HT) sekuriti.

Dua orang dikabarkan menjadi korban dalam kebakaran Wana Wisata Gunung Bromo Karanganyar itu.

Baca Juga: Satu Jam, Kebakaran Sumur Minyak Tradisional di Bojonegoro Dapat Dipadamkan

Informasi kebakaran wana wisata itu seketika membuat suasana di joglo yang digunakan untuk sosialisasi teknis penanganan kebakaran hutan, menjadi panik.

Peserta sosialisasi langsung diminta menyiapkan alat-alat untuk pemadaman api.

Mobil pengangkut tangki air meluncur ke titik kebakaran.

Baca Juga: Bayat dan Wedi Rawan Kebakaran, Lereng Merapi Rawan Kekeringan

Tak lama berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) masuk ke area hutan, diikuti sejumlah kendaraan pengangkut relawan.

Koordinasi lewat HT terus dilakukan, untuk memantau proses penanganan kebakaran.

Selang 30-an menit, api berhasil diatasi.

Baca Juga: Diduga Terlibat Peredaran Sabu-Sabu, Tiga Warga Sragen Ditangkap Satnarkoba Polres Karanganyar

Kejadian itu terekam dalam simulasi penanganan kebakaran hutan, yang merupakan bagian dari acara peluncuran Masyarakat Peduli Api (MPA) Singo Serang di lingkungan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo UNS, Jumat (17/9/2021).

Anggota Teknis Simulasi Karhutla Tri Puji Sugiharto mengatakan, simulasi digelar untuk mengetahui respons time masyarakat yang tergabung dalam MPA jika terjadi kebakaran.

"Tadi banyak yang tidak tahu, kalau ini simulasi. Tapi memang itu tujuannya. Agar betul-betul ketahuan, seperti apa respons mereka jika terjadi kebakaran. Bagaimana penanganannya," jelas rescuer dari Basarnas Pos SAR Surakarta ini.

Baca Juga: Plosorejo Dijadikan Pionir Desa Tuntas Vaksinasi dalam Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III Karanganyar

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Dr Kuncoro Diharjo mengatakan, pembentukan MPA diperlukan dalam upaya menciptakan hutan lestari.

"Salah satu penyebab hutan menjadi tidak lestari kan kebakaran. Memang bisa direboisasi, tapi butuh waktu panjang. Maka kebakaran harus diantisipasi, agar tidak menimbulkan kerugian yang besar," jelasnya, di sela acara.

Menurutnya, jika terjadi kebakaran hutan, garda depan dalam penanganannya adalah masyarakat di sekitar hutan.

Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan, RS PKU Muhammadiyah Karanganyar Tambah 46 Karyawan Baru

"Nah, masyarakat peduli hutan, maupun kelompok tani hutan yang tergabung dalam MPA, diberi bekal dalam penanganan kebakaran. Bagaimana mengisolasi api, bagaimana upaya pemadaman. Masyarakat diajak berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan lewat MPA ini," tuturnya.

Mengenai simulasi yang dilakukan, menurutnya, sebagai pelatihan langsung penanganan kebakaran hutan.

"Melibatkan semua stakeholder terkait hutan. Baik MPA itu sendiri, Basarnas Surakarta, SAR UNS, BPBD Karanganyar, Damkar Karanganyar dan Solo, Perhutani dan pihak terkait lainnya," imbuhnya.*

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Guru Berperan Deteksi Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 16 November 2021 | 15:13 WIB
X