Lahan Kritis di Karanganyar Mencapai 12 Ribu Hektare

- Minggu, 19 September 2021 | 15:10 WIB
Misbakhul Munir (SMSolo/Irfan Salafudin)
Misbakhul Munir (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Luas lahan kritis di Karanganyar, yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) stakeholder kehutanan dan masyarakat untuk diperbaiki, mencapai 12 ribu hektare.

Lahan kritis itu tersebar di sejumlah kecamatan, yang berada di area lereng Gunung Lawu, seperti kawasan 4J (Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso, Jatipuro), Tawangmangu hingga Jenawi.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah X Surakarta Misbakhul Munir mengatakan, lahan kritis itu ada di dalam dan luar kawasan hutan.

Baca Juga: Kembali ke Zona Orange, Bupati Sukoharjo Minta Masyarakat Tidak Abai dan Waspada

"Ada yang di lahan masyarakat, ada yang di hutan di bawah pengelolaan Perhutani," jelasnya.

Penyebab kritisnya beragam. Mulai dari vegetasi yang kurang, tingkat erosi yang tinggi, hingga tanahnya curam.

"Ada juga yang kritis karena lahannya dikelola tanpa mengikuti kaidah konservasi," lanjutnya.

Baca Juga: Agung Prasetyo Lulus Tanpa Sidang Ujian Terbuka Promosi Doktor

Untuk memperbaiki kondisinya, dilakukan lewat program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). Targetnya, setiap tahun ada 1.800 hektare lahan yang direhabilitasi.

"Ditanami kembali, dengan jenis tanaman yang dibutuhkan. Ada tanaman kayu seperti sengon, akasia, jati, atau dengan tanaman buah. Pemerintah memberi bantuan bibit, untuk ditanam masyarakat pengelola lahan," tuturnya.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Demokrat Dukung Anak Muda Tampil Menjadi Pemimpin

Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:18 WIB

Rem Blong, Mobilio Nyungsep ke Parit di Tawangmangu

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:28 WIB
X