Terkendala Pembebasan Lahan, Proyek Tol Jogya-Solo Baru Mencapai 10 Persen

- Senin, 20 September 2021 | 18:21 WIB
 Pengendara motor melintas di proyek tol di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono. (SMSolo/Joko Murdowo)
Pengendara motor melintas di proyek tol di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Meski terkendala pembebasan lahan, proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo mulai digarap. Saat ini pembangunan fisik baru mencapai 10 persen.

Dari pantauan, pembangunan sudah terlihat di wilayah Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono. Selain itu juga dilakukan pengurukan tanah wilayah Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono ke arah selatan sampai Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit.

Akses jalan alternatif Bangak-Pengging, Jembungan, Banyudono juga telah dibongkar dan dicor beton. Di tempat itu nantinya dibangun terowongan atau underpass. Untuk sementara, masyarakat yang melintas harus melewati jalan darurat.

Baca Juga: Kapolres Sukoharjo: Operasi Patuh Candi Meningkatkan Disiplin Prokes dalam Pencegahan Covid-19

Nantinya, interchange bakal dibangun di Desa Jembungan, tepatnya di sebelah selatan Dukuh Majegan. Untuk pembangunan interchange itu, sebagian wilayah Dukuh Majegan, Desa Jembungan dan sebagian Dukuh Rejoso, Desa Sambon harus dibebaskan.

Menurut Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Jogja-Solo, Wijayanto, pengerjaan fisik jalan tol terkendala pembebasan lahan. Di wilayah Boyolali, pembebasan lahan baru mencapai 80 persen. Sedangkan 20 persen sisanya merupakan Tanah Kas Desa (TKD).

"Proyek fisik tol Yogya- Solo memang baru mencapai 10 persen,” katanya disela pembayaran uang ganti rugi (UGR) bagi warga pemilik tanah di Desa Guwokajen, Senin (20/9).

Baca Juga: Akhirnya, Warga Klinggen Desa Guwokajen Sawit, Terima Uang Ganti Rugi Tol Yogya-Solo

Lambannya pembebasan lahan karena negosiasi tak kunjung selesai dan belum lengkapnya pemberkasan.

"Begitu pembebasan lahan selesai, langsung kami lakukan clearing atau pembersihan lahan,” lanjutnya.

Terkait pembebasan lahan, dia mengakui, progress pembebasan lahan justru lebih banyak daerah Klaten. Bahkan, proses pembebasan lahan disana sudah hampir selesai. Begitu ganti rugi dibayarkan, lahna langsung dibersihkan.

“Progres pembebasan lahan justru lebih banyak daerah Klaten bahkan hampir selesai. Tahun ini pembebasan lahan kami kejar sampai exit Ngawen, Klaten,” tegasnya. **

Halaman:
1
2

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Polres Boyolali Sita Ribuan Botol Miras

Senin, 24 Januari 2022 | 15:06 WIB

Banjir Rendam 22 Ruko di Banyudono, Boyolali

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:34 WIB

Kecamatan Gladagsari, Boyolali Punya Kantor Baru

Kamis, 20 Januari 2022 | 15:06 WIB

Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Polres Boyolali

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:37 WIB

Boyolali Mulai Vaksinasi Anak Dosis Kedua

Selasa, 18 Januari 2022 | 04:30 WIB
X