Gerakan ASN Karanganyar Beli Cabai, 7,5 Kuintal Cabai Ludes dalam Waktu Singkat

- Selasa, 21 September 2021 | 16:01 WIB
 Bupati Karanganyar Juliyatmono menerima cabai dari salah satu petani, yang didatangkan di acara Gerakan ASN Beli Cabai Lokal di halaman Setda Karanganyar, Selasa (21/9). (SMSolo/dok)
Bupati Karanganyar Juliyatmono menerima cabai dari salah satu petani, yang didatangkan di acara Gerakan ASN Beli Cabai Lokal di halaman Setda Karanganyar, Selasa (21/9). (SMSolo/dok)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Karanganyar menerapkan program Gerakan ASN Beli Cabai Lokal, Selasa (21/9). Tujuannya, agar cabai dari petani bisa dijual dengan harga layak, melebihi harga pasar saat ini yang rendah.

Saat ini, harga cabai sedang merosot di pasaran. Petani cabai di Karanganyar menjadi gundah, karena harga pasar yang rendah membuat mereka kesulitan balik modal.

Sebanyak 7,5 kuintal cabai keriting didatangkan dari kawasan Ngargoyoso dan Jenawi ke halaman Setda Karanganyar, untuk dibeli para abdi negara. Per kg dihargai Rp 13 ribu, lebih tinggi dibanding harga saat ini yang di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu per kg.

Baca Juga: Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu Seberat 900 Gram. Lima Tersangka Ditangkap

Tidak sampai satu jam, 7,5 kuintal cabai merah dan hijau ludes. Ada yang beli hanya 1 kg, tapi banyak juga yang langsung memborong hingga 10 kg.

Petani yang cabainya dibeli pun sumringah, karena hasil panenannya tidak perlu dijual ke tengkulak. Mereka pulang dengan membawa uang hasil penjualan, sementara bak mobil pengangkutnya kosong karena cabainya laris manis dibeli ASN.

Gerakan beli cabai oleh ASN itu didasari Surat Edaran Sekda Provinsi Jateng Nomor 500/0011613 tertanggal 27 Agustus 2021. Dalam surat itu diinstruksikan agar ASN membeli cabai dari petani lokal, untuk membantu mereka bangkit dari keterpurukan.

Baca Juga: Ditresnarkoba Polda Jateng Ungkap Peredaran Sabu Seberat 900 Gram. Lima Tersangka Ditangkap

Sugiarso, petani cabai dari Ngargoyoso bersyukur, cabai hasil panennya bisa dijual dengan harga pantas. "Sebelumnya dibeli tengkulak, harganya hanya Rp 10 ribu per kg. Kadang malah di bawah itu. Sekarang dibeli Rp 13 ribu, ya sangat bersyukur," ujarnya.

Menurutnya, banyak petani terpaksa merugi, melepas cabai dengan harga sesuai tengkulak, karena jika cabai tak segera dijual akan membusuk.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

Demokrat Dukung Anak Muda Tampil Menjadi Pemimpin

Selasa, 19 Oktober 2021 | 13:18 WIB

Rem Blong, Mobilio Nyungsep ke Parit di Tawangmangu

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:28 WIB
X