Polres Boyolali Ungkap Jaringan Pembuat dan Pengedar Uang Palsu. Sembilan Tersangka Diamankan

- Jumat, 24 September 2021 | 12:04 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti Upal yang disita dari para tersangka. (SMSolo/Joko Murdowo)
Polisi menunjukkan barang bukti Upal yang disita dari para tersangka. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Jajaran Satreskrim Polres Boyolali mengungkap jaringan pembuat dan pengedar uang palsu (Upal). Sembilan tersangka diamnakan, dua diantaranya wanita.

Mereka adalah, Darsono (39) warga Dukuh Wates, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, M Fausi (41) warga Jalan Sukarno, Bandung, Jawa Barat, Christy Andrini (37) asal Jalan Sidomulyo IV No 17, Kelurahan/Kecamatan Cepu.

Kemudian Aris Budiyono (46) alamat Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Elis Dwi H warga Kampung Margorejo Masjid, Kelurahan Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Harun S warga Kampung Darmorejo, Kelurahan Dramo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

Baca Juga: Waterboom Dicoret, Sukoharjo Akan Bangun Taman Budaya Sukoharjo di Gayam

Agus Bambang Wijanarko (46) warga Prayungan Rt 003 Rw 001, Desa Prayungan, Kecamatan Lengkong, Nganjuk, Jatim; Agus Suriyanto (49) warga Gubeng Kertajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya dan Dafiki Dzulfikar (34) warga Dukuh Karangasri, Jetis, Ponorogo, Jatim.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan pembuatan dan peredaran uang palsu ini berawal dari informasi masyarakat. Dari informasi tersebut, polisi melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi.

"Benar saja, ada pembuat dan pengedar Upal di wilayah hukum Polres Boyolali. Pembuatan Upal dilakukan di sebuah rumah di Kampung Wates, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo dan kami gerebek pada Minggu (12/9)," ujarnya, Jumat (24/9/2027).

Baca Juga: Nasib Petani Tembakau Rajangan, Dulu Menanam Hingga 90 Hektar Sekarang hanya 1 Hektar

Awalnya diamankan 3 orang terduga pelaku pembuat Upal. Setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut polisi kemudian menangkap 4 terduga pelaku lainnya. Dan kemudian kembali diamankan dua tersangka lagi.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 8.516 lembar uang palsu. Terdiri dari pecahan Rp 100 ribu sebanyak 1 605 lembar, Pecahan Rp 50 ribu sebanyak 6.577 lembar dan pecahan Rp 20 ribu sebanyak 334 lembar.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

X