Dua Bulan Beroperasi, Upal dari Boyolali Diedarkan hingga Aceh

- Jumat, 24 September 2021 | 13:00 WIB
Barang bukti uang palsu yang dibongkar Polres Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)
Barang bukti uang palsu yang dibongkar Polres Boyolali. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Jaringan pembuatan dan peredaran upal yang dibongkar Polres Boyolali telah dilakukan selama dua bulan. Bahkan peredarannya sudah sampai Aceh.

Tindak kriminal itu dilakukan di sebuah rumah di Kampung Wates, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Sembilan tersangka yang kini diamankan di Mapolres Boyolali memiliki peran berbeda - beda. Ada yang berperan mencari bahan kertas dan alat pencetak, ada yang bertugas mencetak serta ada yang bertugas mencari pembeli.

Baca Juga: Polres Boyolali Ungkap Jaringan Pembuat dan Pengedar Uang Palsu. Sembilan Tersangka Diamankan

"Upal tersebut dibarter dengan uang asli dengan perbandingan satu lembar uang asli mendapatkan lima lembar upal,” ujar Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond, Jumat (24/9).

Dijelaskan, peredaran upal tersebut sudah sangat luas. Diedarkan hingga luar kota, bahkan hingga kawasan Aceh. Upal juga diedarkan ke Bekasi, Tangerang dan ke Surabaya, khususnya kawasan Malang.

Baca Juga: Waterboom Dicoret, Sukoharjo Akan Bangun Taman Budaya Sukoharjo di Gayam

"Penjualan Upal dilakukan baik secara online maupun secara langsung. Jadi, ada tersangka yang bertugas khusus sebagai penjual dan mencari pembeli."

Untuk itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar berhati- hati saat melakukan transaksi. Uang yang diterima agar diperiksa secara teliti. Sehingga dipastikan uang tersebut adalah uang asli.

Perlu diketahui pula bahwa peredaran Upal ini lewat praktik penggandaan uang dan klenik. Dengan cara tertentu, orang yang mengaku bisa menggandakan uang mendatangkan uang secara ghaib. Namun uang itu sebenarnya adalah uang palsu.**

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Terkini

RT di Boyolali Diberdayakan Lewat Program MCD

Kamis, 7 Oktober 2021 | 23:19 WIB
X