Bank Sampah Award 2021. Biasakan Kader Adiwiyata di Klaten Memilah Sampah dari Rumah

- Jumat, 24 September 2021 | 21:05 WIB
ONLINE: Direktur SHIND Maulana Sriyono memaparkan seluk beluk Bank Sampah online dan pilah sampah di SMPN 2 Klaten, Jumat (24/9/2021).  (SMSolo/Merawati Sunantri)
ONLINE: Direktur SHIND Maulana Sriyono memaparkan seluk beluk Bank Sampah online dan pilah sampah di SMPN 2 Klaten, Jumat (24/9/2021). (SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Siswa kader Adiwiyata diajak untuk memilah sampah sejak dari rumah.

Ajakan bagi kader Adiwiyata itu merupakan bagian menuju Bank Sampah Award 2021.

Para siswa kader Adiwiyata tersebut juga diharapkan bisa menjadi agen perubahan dalam perilaku ramah lingkungan.

LBaca Juga: Usung Masker Kain Ramah Lingkungan, Tim PKM UNS Melenggang ke Pimnas

Perilaku termasuk memilah sampah itu, bisa menjado contoh, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya.

Saat ini, ada 20 sekolah Adiwiyata di Klaten, setiap sekolah mempunyai Tim Adiwiyata.

Dua puluh persen dari jumlah siswa di setiap sekolah menjadi kader Adiwiyata.

Mereka menjadi ujung tombak Gerakan Bank Sampah Sekolah online.

Baca Juga: IKA UNS Bagikan 500 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Pandemi di Lingkungan Kampus

Kini, sekolah-sekolah di Klaten bersaing dalam Bank Sampah Award 2021 yang diselenggarakan Secerah Harapan Indonesia (SHIND) Yogyakarta dan PT Tirta Investama (Aqua) Klaten.

‘’Bank Sampah Award adalah program supporting, 20 sekolah dipacu agar mereka mencermati betul dan melatih anak-anak. Kami bimbing 20 sekolah selama 3 bulan ke depan, bagaimana manajemen Bank Sampahnya,’’ kata Direktur SHIND, Maulana Sriyono.

Hal itu diungkapkan pada Peringatan Hari Ozone Sedunia di SMPN 2 Klaten, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga: Kiriman Sampah Menutup Saluran Air di Rawa Jombor Bayat, Pemicu Banjir

Acara menghadirkan Manajer Sustainable Development PT Tirta Investama Klaten, Rama Zakaria, Kepala SMPN 2 Klaten, serta dihadiri beberapa sekolah Adiwiyata di Klaten.

Kunci pengolahan sampah adalah pemilahan sampah dari sumbernya.

Saat pembelajaran daring, anak-anak diedukasi untuk mengolah sampah di rumah masing-masing.

Namun bukan untuk membawa sampah dari rumah ke sekolah.

Baca Juga: Maggot, Solusi Mengatasi Sampah Organik Rumah Tangga

Bank Sampah Online tidak hanya sekedar sistem yang membeli atau mencatat, tapi melatih anak-anak memilah sampah dengan baik dan benar.

Pengolahan sampah kuncinya ada pada pemilahan sampah.

‘’Bank sampah online, fungsinya tak sekedar mencatat, menabung sampah secara virtual. Tapi juga memfasilitasi sekolah agar ada semacam kantor cabang, ada pengurus Bank Sampah, dan ada nasabah. Itu semua terintegrasi dengan operasi kami,’’ ujar Maulana.

Baca Juga: Masyarakat Antusias, Vaksin Ditambah 500 Dosis. Dandim Klaten Yakin Status PPKM Klaten Bakal Turun

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam Bank Sampah Award, yakni punya nasabah, transaksi, keberhasilan pilan sampah, kerapian pergudangan, jaringan unit, ada pembelajaran terkait, keterlibatan pemangku dan ada dokumentasi kegiatan.

Manajer Sustainable Development PT Tirta Investama Klaten, Rama Zakaria mengatakan, dalam mendorong Sekolah Adiwiyata, mereka mengelaborasi program Bijak Berplastik yang menjadi hastag Aqua Grup.

Baca Juga: Masyarakat Antusias, Vaksin Ditambah 500 Dosis. Dandim Klaten Yakin Status PPKM Klaten Bakal Turun

Ada 20 Sekolah Adiwiyata di Klaten, mulai SD, SMP dan SMA, secara bergiliran. Kali ini ali ini giliran SMPN 2 Klaten. Pendampingan dilakukan secara intensif, targetnya peringkat Adiwiyata sekolah akan meningkat.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Klaten, Drs H Ismadi MPd mengatakan, kegiatan itu terselenggara berkat kerja sama SHIND dan Sekolah Adiwiyata.

Sebenarnya, acara akan digelar 16 September bertepatan dengan Hari Ozone Sedunia.

Baca Juga: Masyarakat Antusias, Vaksin Ditambah 500 Dosis. Dandim Klaten Yakin Status PPKM Klaten Bakal Turun

Tapi karena siswa masih test maka ditunda, 24 September 2021.

Menabung sampah cukup intens dilakukan di bawah pembinaan Wakil kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Humas.

"Kami punya dua gudang, satu untuk sampah kering dan satu lagi untuk plastik. Yang laku dijual, uangnya untuk kas OSIS, yang tidak laku dibawa ke TPA oleh tim kebersihan DPU. Saat ini 20 persen siswa menjadi kader Adiwiyata yakni sekitar 120-140 siswa dari total 685 siswa,’’ kata Ismadi.*

 

 

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X