Wisata Wonogiri Boleh Dibuka, Tapi Anak-anak Tak Boleh Masuk

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:10 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati pemandangan matahari terbenam di Saringan Land, Desa Pondoksari, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (SMSolo/Khalid Yogi)
Sejumlah pengunjung menikmati pemandangan matahari terbenam di Saringan Land, Desa Pondoksari, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, beberapa waktu lalu. (SMSolo/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Wonogiri mulai memperbolehkan obyek-obyek wisata untuk beroperasi, Jumat (8/10). Namun, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi pengelola maupun pengunjung.

Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo mengatakan, obyek wisata sudah diizinkan dibuka setelah status Wonogiri turun menjadi level 2 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pihaknya telah menerbitkan Instruksi Bupati (Inbup) no 13/2021 tentang PPKM level 2 yang didalamnya mengatur pengoperasian obyek wisata.

Baca Juga: Abrasi di Demak Parah, Pakar Hidrologi Undip Respon Positif Gerakan Polda Jateng Tanam Mangrove

Beberapa peraturan itu antara lain jumlah pengunjung tidak boleh lebih dari 25% dari kapasitas obyek wisata. Selain itu, anak-anak yang berumur di bawah 12 tahun dilarang memasuki obyek wisata.

Ketentuan pembatasan usia untuk anak tersebut sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tahun 47/2021 tentang PPKM Level 1-4 Jawa-Bali. "Itu sesuai dengan panduan dari pemerintah pusat," katanya, Jumat (8/11).

Baca Juga: Target Vaksinasi 70 Persen di Sukoharjo Akhirnya Tercapai

Ketentuan lain di antaranya setiap pegawai maupun pengunjung wisata harus bisa menunjukkan sertifikat vaksin minimal dosis pertama. Adapun protokol kesehatan tetap wajib diterapkan secara ketat.

Bupati menekankan agar obyek wisata tidak melebihi kapasitas yang ditentukan. Sehingga pembukaan obyek-obyek wisata tidak mengakibatkan terjadinya penularan Covid-19. "Jangan sampai over capacity," ujarnya.

Di sisi lain, ketentuan pelat kendaraan ganjil-genap tidak diberlakukan di Kabupaten Wonogiri. "Nggak pakai ganjil-genap saja sepi. Beda kalau Wonogiri dibandingkan dengan Bogor," terangnya.  **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMK Wonogiri Tahun 2022 Naik Sebesar 12 Ribu Rupiah

Kamis, 2 Desember 2021 | 09:14 WIB

Imron Rizkyarno Terpilih Jadi Ketua FORKI Wonogiri

Minggu, 28 November 2021 | 16:15 WIB

Sekeliling Waduk Pidekso akan Dijadikan Sabuk Hijau

Kamis, 25 November 2021 | 15:56 WIB

Mau Mengakses Data KPU Wonogiri, Klik Ini Aja

Senin, 22 November 2021 | 13:34 WIB

Pekan Depan, Wonogiri Gelar PTM 100 Persen

Kamis, 18 November 2021 | 20:07 WIB
X