Dampak Kemarau, Warga Wonosamodro Boyolali Mulai Beli Air Bersih

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:51 WIB
Camat Wonosamodro Boyolali, Joko Suseno.  (SMSolo/Joko Murdowo)
Camat Wonosamodro Boyolali, Joko Suseno. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Kekeringan mulai melanda kawasan Kecamatan Wonosamodro, Boyolali.

Sebagian warga pun terpaksa membeli air bewrsaih dari pengusaha air keliling untuk menghadapi kekeringan itu.

“Harganya sekitar Rp 450 ribu/tangki kapasitas 5.000 liter. Air bersih diambil dari wilayah Kecamatan Karanggede,” ujar Camat Wonosamodro, Joko Suseno, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Penemuan Sumber Air Diharapkan Atasi Kekeringan di Bengle Eromoko

Dia menjelaskan, dari 10 desa di Kecamatan Wonosegoro terdapat 7 desa masuk daerah rawan kekeringan.

Yaitu Desa Bercak, Bengle, Garangan, Gunungsari, Kalinanas, Repaking dan Jatilawang.

Sedangkan tiga desa lebih aman yaitu, Kedungpilang, Ngablak dan Desa Gilirejo.

Baca Juga: Dampak Kemarau Basah di Boyolali, Satu Kecamatan Tak Masuk Wilayah Krisis Air Bersih

“Untuk Desa Jatilawang, sebagian wilayahnya masih bisa mengandalkan sumber air atau sumur,” ungkapnya.

Menurut Joko Suseno, kekurangan air bersih menjadi persoalan yang lama yang terjadi setiap musim kemarau.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

RT di Boyolali Diberdayakan Lewat Program MCD

Kamis, 7 Oktober 2021 | 23:19 WIB
X