Ganti Audio Rubicon Saja Harus Tahu Kodenya, Apalagi Mau Menyalakan Mesin

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:27 WIB
Jeep Wrangler Rubicon yang hilang saat di parkir di perumahan Gentan, Baki Sukoharjo. (SMSolo/ist)
Jeep Wrangler Rubicon yang hilang saat di parkir di perumahan Gentan, Baki Sukoharjo. (SMSolo/ist)

SUKOHARJO, suaramerdeka-solo.com - Hilangnya mobil premium Jeep Wrangler Rubicorn di saat diparkir di Perumahan Hunian 2 Gentan Baki Sukoharjo, menyisakan tanda tanya.

Sebab menyandang status SUV premium, Rubicon dibekali dengan safety yang lebih dibandingkan dengan mobil-mobil lain. Teknologi yang disematkan nyaris tidak dimiliki oleh mobil kebanyakan.

lalu bagaimana safety Wrangler Rubicon? Berikut perbincangan suaramerdeka-solo.com dengan Danang, salah satu owner Jeep Wrangler Rubicon asal Klaten.

Baca Juga: Dampak Kemarau, Warga Wonosamodro Boyolali Mulai Beli Air Bersih

"Untuk keluaran tahun 2012 hampir spesifikasinya sama kecuali yang jenis unlimited. Kalau rubicon yang hilang di Sukoharjo saya tahu dan bukan unlimited," kata Danang membuka perbincangan.

Kendati bukan tipe tertinggi, namun terkait dengan safetynya terhitung sudah sangat mumpuni. Salah satunya ketika ada ban yang tekanan anginnya berkurang, ada sensor yang selalu berbunyi atau memberi tahu pemiliknya.

Terkait dengan menghidupkan dapur pacunya (mesin) juga ada sistem yang tidak bisa diakses sembarangan. Sebab Rubicon dilengkapi dengan kode tertentu yang jika bukan oleh pemiliknya tidak akan bisa dihidupkan.

Baca Juga: Pemilik Rubicon Yang Hilang di Sukoharjo, Simpang Siur

"Dalam mobil itu ada semacam chip yang fungsinya untuk keamanan. Jadi kunci itu tidak bisa digandakan sembarangan tanpa mengetahui kodenya," bebernya.

Sebab kunci itu satu paket dan terkoneksi dengan sistem yang terhubung langsung ke ICU dan IWS nya, pengapian hingga kelistrikan.

"Kalau dimasuki kunci sembarangan jelas tidak mungkin Rubicon bisa hidup. Kalau mengganti kunci harus tahu kode dan dilakukan sett ulang sistemnya."

Baca Juga: TMMD Sengkuyung III di Klaten Ditutup, Sasaran Pokok Selesai 100 Persen dan Over Prestasi

Bengkel yang mengatasi persolan itu, kata dia, juga bukan bengkel sembarangan. Selain bengkel resmi, hanya ada beberapa bengkel yang bisa melakukannya. Tetapi sekali lagi, tanpa ada pemilik resmi atau yang dipercaya, biasanya bengkel tidak akan melayani.

Terkait dengan kasus yang ada di Gentan Kecamatan Baki, pria yang sudah menunggangi Rubicon sejak tahun 2009 ini mengaku kaget. Sebab sepanjang dia bermain dengan kuda besi besutan Amerika tersebut, baru kali ini dengar ada Rubicon hilang.

"Kalau itu dicuri, menjualnya juga tidak mudah. Karena tidak semua mau beli dan rata-rata, mobil sudah dikenali karena biasanya pemiliknya ikut klub."

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Jawab Pertanyaan Fraksi di DPRD Terkait Dana Cadangan Pilbup 2024 Rp 40 Miliar

Karena itu, ada dua analisanya terkait kasus di Baki. Pertama ada kemungkinan orang dekat terlibat serta, sebelumnya sistem di dalam mobil itu telah diganti. Sehingga kunci bisa digandakan.

Yang kedua, kunci asli dari pemilik mobil lama saat pembelian tidak dikasihkan semua ke pemilik mobil yang baru. Bisa jadi kunci itu hilang kemudian ditemukan oleh orang lain.

"Ini memang aneh, tetapi kemungkinannya itu. Lha wong saat audio rusak saja, itu tidak bisa sembarangan diganti. Harus tahu kodenya. Nomor seri, nomor rangka dan lainnya harus singkron. Apalagi untuk menghidupkan mesin, pasti lebih rumit lagi keamanannya." **

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kabupaten Sukoharjo Raih Penghargaan JDIHN

Kamis, 2 Desember 2021 | 15:05 WIB
X