BBWSBS Tegaskan, Lahan Rawa Jombor Untuk Karamba Maksimal Delapan Hektar

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:50 WIB
Sejumlah nara sumber memaparkan rencana besar di balik revitalisasi Rawa Jombor kepada pengusaha warung apung, Kamis (14/10/21).(SMSolo/Merawati Sunantri).
Sejumlah nara sumber memaparkan rencana besar di balik revitalisasi Rawa Jombor kepada pengusaha warung apung, Kamis (14/10/21).(SMSolo/Merawati Sunantri).

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menegaskan bahwa lahan Rawa Jombor yang bisa dimanfaatkan untuk karamba komunal dan pancingan, hanya 5 persen atau sekitar 8 hektar saja.

Hal itu terungkap saat "Sosialisasi Revitalisasi Rawa Jombor bagi Pelaku Usaha Warung Apung Rawa Jombor" yang digelar Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah di Borobudur Room, Grand Tjokro Hotel Klaten, Kamis (14/10/21).

"Sebenarnya tim kajian hanya mentoleransi 3 persen untuk karamba saja. Namun Ibu Bupati menawar agar diberi lahan lebih luas, akhirnya disepakati 5 persen atau sekitar 8 hektar," kata Yoga Darmawan dari BBWSBS.

Baca Juga: Berperan Aktif Dalam Vaksinasi, Polres Sukoharjo Beri Penghargaan Pada STTW Surakarta

Yoga Darmawan juga memaparkan rencana besar revitalisasi dan pengembangan rawa yang harus diselesaikan paling lambat tahun 2024. Pembersihan rawa dari warung apung, pancingan dan keramba telah dikerjasamakan dengan Komandan Korem Warastratama Surakarta.

Dalam acara itu hadir nara sumber Prof Suratman dari UGM, Dandim Letkol Inf Joni Eko Prasetyo, Disporapar Jateng dan Disparbudpora Klaten. Serta puluhan pengusaha warung apung dan pancingan Rawa Jombor.

Baca Juga: Wow, Waduk Pidekso Wonogiri Bisa Menahan Gempa Sebesar Ini

Pengusaha warung apung bersedia ditata dan minta diberi tempat sekecil apapun. Mereka berargumen, usaha warung apung menyerap tenaga kerja dan mendukung pengembangan pariwisata.

Dalam kesempatan itu, Prof Suratman memaparkan tujuan besar pasca revitalisasi, bukan sekedar penataan. Penataan hanya berjangka pendek, namun revitalisasi bertujuan jangka panjang untuk mengembalikan fungsi rawa.

Hal yang sama dipaparkan Kasi Pengembangan Kawasan Wisata Disporapar Jawa Tengah Hendrawan Purwanto. Disporapar sudah dibangun Plaza Kuliner dan Taman Nyi Rakit yang akan digunakan untuk memindahkan warung apung.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kodim Klaten Sosialisasikan Aplikasi ILMCI

Jumat, 8 Oktober 2021 | 08:02 WIB
X