49 Persen dari 154 Sampel Air yang Diuji Laboratorium Masih Mengandung Bakteri

- Senin, 18 Oktober 2021 | 14:53 WIB
Perwakilan KPSPAMS se-Karanganyar membacakan komitmen bersama soal penyediaan air bersih berkualitas, di acara Advokasi Pengawasan Kualitas Air Minum Bagi KPSPAMS Menuju Akses Air Minum Aman di Hotel Tamansari, Senin (18/10/2021).  (SMSolo/Irfan Salafudin)
Perwakilan KPSPAMS se-Karanganyar membacakan komitmen bersama soal penyediaan air bersih berkualitas, di acara Advokasi Pengawasan Kualitas Air Minum Bagi KPSPAMS Menuju Akses Air Minum Aman di Hotel Tamansari, Senin (18/10/2021). (SMSolo/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka-solo.com - Air bersih yang dikelola Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KPSPAMS) perlu dicek secara berkala.

Sebab, dari 154 sampel air yang diuji di laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, ada 49 persen yang masih mengandung bakteri.

Pengecekan secara berkala diperlukan, untuk menjamin kualitas air bersih yang dikelola dan didistribusikan KPSPAMS ke masyarakat.

Baca Juga: Bupati Karanganyar Ajak Masyarakat Bangkit dan Tak Dihantui Bayang-Bayang Covid-19

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Karanganyar Nuk Suwarni menjelaskan, air yang dikelola KPSPAMS mayoritas dari mata air yang kemudian didistribusikan dengan jaringan pipa ke masyarakat.

"Beberapa KPSPAMS ada yang sudah memakai meteran air dalam distribusinya, namun banyak yang tidak," katanya, di sela acara Advokasi Pengawasan Kualitas Air Minum Bagi KPSPAMS Menuju Akses Air Minum Aman di Hotel Tamansari, Senin (18/10/2021).

Dikatakannya, selama ini kebanyakan KPSPAMS hanya mengelola dan mendistribusikan, tanpa pengawasan.

Baca Juga: Duh!!! Minibus Elf Terjun ke Pekarangan Curam 20-an Meter di Desa Girilayu Karanganyar

"Karena itu, hari ini kami sosialisasikan, sebaiknya ada upaya untuk melakukan pengawasan secara rutin. Kalau dari pemerintah selaku pihak internal, minimal setahun sekali mengecek kualitas air," tuturnya.

Dari 154 sampel air yang diambil dari 147 KPSPAMS se-Karanganyar, 19 persen air tidak memenuhi syarat secara fisik karena keruh, berbau dan berasa.

"Yang 81 persen secara fisik sudah bagus," jelasnya.

Baca Juga: Tutup TMMD Sengkuyung III, Dandim Karanganyar Berharap Sinergitas TNI dan Masyarakat Terus Terjalin

Kemudian ada 26 persen yang tidak memenuhi syarat karena mengandung unsur kimia dalam air.

Sementara yang tidak memenuhi syarat karena cemaran bakteri sebanyak 49 persen.

"Dari hasil itu, kami mengajak KPSPAMS untuk lebih sadar tentang pengawasan kualitas air. Misalnya dengan pengecekan kondisi secara berkala, atau membuak bak penampungan yang representatif untuk mencegah pencemaran bakteri. Bisa juga dengan mengganti jaringan yang sudah tidak layak," imbuhnya.

Baca Juga: Bertarung di Panas Terik, Persika Karanganyar Ungguli PSIS U-18

Bupati Karanganyar Juliyatmono menambahkan, pengawasan distribusi air bersih oleh KPSPAMS akan intensif dilakukan, untuk menjamin kualitas air yang diterima masyarakat.

"Setiap bulan, KPSPAMS melapor ke petugas sanitarian di puskesmas. Nanti sampel air akan dicek di laboratorium. Supaya kualitas air terpantau, kesehatan masyarakat terjamin," ujarnya.*

Halaman:
1
2

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gardal, Ormas yang Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 24 Januari 2022 | 21:15 WIB
X