Gerebeg Maulud Kembali Ditiadakan, Ritual Adat Hanya untuk Kalangan Internal Keraton Surakarta

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB
Keraton Surakarta. (SMSolo/Yusuf Gunawan)
Keraton Surakarta. (SMSolo/Yusuf Gunawan)

 

SOLO, suaramerdeka-solo.comKeraton Surakarta kembali meniadakan Gerebeg Maulud pada tahun ini, lantaran pandemi Covid-19 belum berakhir.

Ritual adat lain guna memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, seperti jamasan pusaka dan selamatan, juga digelar terbatas untuk kalangan internal Keraton Surakarta.

"Keraton Kasunanan Surakarta belum mengadakan Gerebeg Maulud. Untuk sementara digantikan dengan wilujengan (selamatan) dan hanya melibatkan 50-100 orang," beber Pengageng Parentah Keraton Surakarta, KGPH Dipakusuma.

Baca Juga: PTM di Lima SD di Solo Dihentikan Usai Puluhan Siswa Positif Covid-19, Gibran: Yang Lain Tetap Lanjut

Adapun upacara adat lain yang berkaitan dengan Maulud Nabi Muhammad SAW, juga digelar di dalam lingkungan Keraton Surakarta dengan jumlah peserta terbatas.

"Prosesi jamasan pusaka dilakukan di dalam lingkungan keraton, di Bangsal Maligi. Perayaan pasar malam (Sekaten) juga tidak digelar karena situasi belum memungkinkan."

Baca Juga: Bejat! Pelatih Voli di Demak Cabuli Belasan Anak Didiknya. Satu Diantaranya Hamil

Demikian pula dengan tradisi menabuh gamelan pusaka, Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari.

Gusti Dipa mengakui jika keputusan meniadakan berbagai ritual adat itu cukup berat, mengingat prosesi-prosesi tersebut selalu dinantikan warga.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Perlu Disiplinkan Masyarakat Patuhi Prokes

Kamis, 9 Desember 2021 | 05:42 WIB

Sisihkan Uang Belanja, DWP UNS Gelar Jumat Berbagi

Jumat, 26 November 2021 | 22:05 WIB
X