Sentra Pembibitan Kopi Zaman Belanda Ada di Gondosini Wonogiri

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:09 WIB
 seorang petani memeriksa tanaman kopi yang ditanam di antara sayuran, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri. (SMSolo/Khalid Yogi)
seorang petani memeriksa tanaman kopi yang ditanam di antara sayuran, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri. (SMSolo/Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka-solo.com - Salah satu wilayah di Kabupaten Wonogiri pernah menjadi sentra pembibitan kopi di zaman penjajahan Belanda. Daerah tersebut bernama Gondosini yang kini masuk di wilayah Desa Conto, Kecamatan Bulukerto.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cinta Conto Desa Conto, Asef Indrianto mengungkapkan, Mangkunegaran membangun pembibitan kopi di Gondosini sekitar tahun 1850 silam.

"Pembibitan kopi Gondosini letaknya di sekitar sungai Gondosini," katanya, Rabu (21/10).

Baca Juga: Waspada. Pencucian Uang di Masa Pandemi Berpotensi Meningkat

Pembibitan kopi semakin berkembang hingga ke beberapa lokasi di sekitar Gondosini. "Nama Conto muncul setelah Gondosini. Kata 'conto' berasal dari 'percontohan' karena desanya dijadikan kebun percontohan kopi," terangnya.

Nama-nama tempat atau dusun lain juga mempunyai keterkaitan dengan kopi Gondosini. Dia mencontohkan nama Dusun Kopen muncul karena daerahnya menjadi tempat menanam kopi, nama Godang muncul karena daerahnya mempunyai gudang kopi.

Sedang nama Tampahan muncul karena daerahnya dijadikan tempat untuk menampah atau menyemai kopi.

Baca Juga: Ribuan Warga Boyolali Ikuti Vaksinasi di Kecamatan Banyudono

Asef mengungkapkan, kakeknya datang ke Desa Conto sekitar tahun 1880. Dia lalu diangkat menjadi ronggo atau setara kepala desa hingga sekitar tahun 1900. Selain mengampu wilayah, kakeknya juga berperan mengawasi perkebunan kopi.

Namun, Asef belum mengetahui secara pasti mengapa Mangkunegaran memilih desa di lereng selatan Gunung Lawu tersebut sebagai sentra pembibitan kopi. "Apa mungkin karena ketersediaan airnya, apa karena cuacanya kami belum tahu," ujarnya.

Baca Juga: Judi Online di Klaten dan Sukoharjo Dgulung Polda Jateng

Kejayaan pembibitan kopi Gondosini mulai surut sejak Mangkunegaran mengurangi intensitas bisnisnya di bidang kopi. Beberapa tanaman kopi masih tersisa di desa tersebut, namun tidak sebanyak saat masih menjadi sentra pembibitan kopi Gondosini.

Kini, perkebunan kopi Desa Conto mulai dibangkitkan lagi. Selain itu, tanaman lain mulai dikembangkan, seperti cabai, jeruk keprok, dan berbagai sayuran.

Area perbukitan dengan pemandangan memikat dan iklim yang sejuk membuat desa itu berpotensi mengembangkan pariwisata. Asef berencana membangun beberapa bumi perkemahan di Desa Conto. **

Halaman:
1
2

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

20.000 Benih Ikan Ditebar di Waduk Pidekso Wonogiri

Jumat, 21 Januari 2022 | 20:04 WIB

SD 3 Sukoharjo Wonogiri Tanam 6.500 Bibit Pohon

Jumat, 14 Januari 2022 | 21:15 WIB

Siswa Madrasah dan Santri Wonogiri Ikut Divaksin

Kamis, 6 Januari 2022 | 08:44 WIB

65 Anggota Polres Wonogiri Naik Pangkat

Senin, 3 Januari 2022 | 19:40 WIB
X