Boyolali Optimalkan Pengolahan, 60 Ton Sampah Masuk TPA Winong Setiap Hari

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:38 WIB
PILAH SAMPAH: Pemulung memilah sampah di TPA Winong, Kecamatan Boyolali Kota.  (SMSolo/Joko Murdowo)
PILAH SAMPAH: Pemulung memilah sampah di TPA Winong, Kecamatan Boyolali Kota. (SMSolo/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Pemkab Boyolali terus mengoptimalkan pengolahan sampah.

Sebab, setiap hari setidaknya 50-60 ton sampah dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Winong, Kecamatan Boyolali Kota.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Lusia Dyah Suciati, pengelolaan sampah di TPA Winong dilakukan dengan sistem controlled landfill atau sistem pengurukan sampah terpusat.

Baca Juga: Kreatif, Tempat Buang Sampah Disulap Jadi Taman Asri di Boyolali

Di mana lahan yang ada seluas 5,3 hektare dibagi dalam beberapa blok.

Setiap tahun disediakan dua blok untuk menampung sampah yang masuk ke TPA.

“Tiap sampah yang datang langsung kami tangani setiap hari untuk dipadatkan dengan ketinggian satu meter. Lalu ditutup tanah dan langsung dipadatkan,” kata Lusia, Kamis (21/10/2021).

Sistem itu dilengkapi alat penanganan gas metan, limbah cair, instalasi pengolahan air limbah dan sebagainya.

Baca Juga: Bank Sampah Award 2021. Biasakan Kader Adiwiyata di Klaten Memilah Sampah dari Rumah

Sehingga terhindar dari risiko berbahaya. Termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang pada pada baterei.

Lebih lanjut, diungkapkan, pemilahan sampah sebenarnya sudah dilakukan ditingkat RT.

Ditambah lagi ada beberapa pemulung yang membantu pemilahan sampah di TPA Winong.

“Dalam sebulan pemulung bisa mendapat sampah plastik hingga 12 ton dan dijual dengan harga Rp 600 ribu/ton.”

Baca Juga: Sistem Kesehatan Kurang Ideal, Boyolali Siapkan Pos Kesehatan di Tiap RT

Diakui, meski sudah ada beberapa RT yang melakukan pemilahan, volume sampah masih tinggi.

Untuk itu, pihaknya akan mengaktifkan kembali sistem bank sampah dengan target satu desa memiliki satu tempat pembuangan sampah (TPS) reduce, reuse, recycle (3R).

“Kami sosialisasikan mengenai penanganan sampah. Harapannya ada anggaran dari APBDes untuk pengelolaan sampah.”

Baca Juga: Tuntut Dipekerjakan di Proyek Tol Yogya-Solo, Warga Gelar Aksi Damai

Sebelumnya, Asisten II Sekda Boyolali Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Insan Adi Asmono mengatakan penanganan sampah diharapkan selesai ditingkat RT.

"Kalau masalah sampah sudah selesai di tingkat RT, berarti lingkungan tersebut tak perlu membuang sampahnya ke TPA yang semakin memperluas kuburan sampah.”*

Halaman:
1
2
3

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polres Boyolali Sita Ribuan Botol Miras

Senin, 24 Januari 2022 | 15:06 WIB

Banjir Rendam 22 Ruko di Banyudono, Boyolali

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:34 WIB

Kecamatan Gladagsari, Boyolali Punya Kantor Baru

Kamis, 20 Januari 2022 | 15:06 WIB
X