Agar Tak Saling Iri, Pembongkaran Warung Apung, Karamba dan Pancingan Rawa Jombor Diminta Serentak

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 05:10 WIB
Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo memandu acara sosialisasi dan doa bersama di Plasa Kuliner Rawa Jombor.  (SMSolo/Merawati Sunantri)
Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo memandu acara sosialisasi dan doa bersama di Plasa Kuliner Rawa Jombor. (SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Pengusaha warung apung, petani karamba dan pancingan di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten meminta agar pembongkaran warung apung, pancingan dan karamba dilakukan serentak.

Hal itu terungkap dalam ‘’Sosialisasi dan Selamatan Dalam Rangka Revitalisasi Rawa Jombor’’ yang dipimpin Dandim 0723 Klaten Letkol Joni Eko Prasetyo di  Plasa Kuliner Rawa Jombor, Kamis (20/10/2021).

Meskipun sudah diberikan waktu tenggang hingga panen hingga Oktober 2021, tapi ternyata petani kembali menabur benih ikan.

Baca Juga: Alat Berat Diturunkan ke Rawa Jombor, Penertiban Dimulai

Menurut salah satu petani karamba Suripto, jumlah bibitnya mencapai 10 ton.

‘’Kami tanya BBWSBS katanya tidak jadi dikeruk, kalau tidak jadi dikeruk maka mereka menebar benih. Karamba yang waktu survei dulu kosong, justru sekarang ini terisi benih. Kalau diangkat bibitnya nanti bisa-bisa ditaruh pedestrian yang baru dibangun,’’ kata Suripto.

Samsir pemilik warung apung Ilham, tetap meminta agar warung apung diberikan ruang di rawa.

Mereka sanggup ditata dan dibatasi ruangnya.

Baca Juga: BBWSBS Tegaskan, Lahan Rawa Jombor Untuk Karamba Maksimal Delapan Hektar

‘’Kalau ikannya ditaruh di jalan, nanti warung apung ditaruh di jalan,’’ katanya.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X