17 Orang Korban Pinjol di Solo Melapor ke Polresta Surakarta

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:09 WIB
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. (SMSolo/dok)
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak. (SMSolo/dok)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Kasus kejahatan pinjaman online (Pinjol) ilegal merebak di Kota Solo. 17 orang dilaporkan menjadi korban pinjol.

Adapun besaran utang para korban antara Rp 50 juta sampai Rp 70 juta. Itu sudah dengan bunganya.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, yang sudah laporan melalui call center ada sebanyak 17 korban.

"Kasus ini ada yang sudah dalam penyelidikan maupun penyidikan," tegasnya.

Baca Juga: Puluhan Siswa di Solo Terpapar Covid-19, Gibran: Pokoknya PTM Jalan Terus

Sama dengan kejadian di tempat lain, menurut Kapolresta, para pelaku menagih utang dengan cara melakukan intimidasi hingga menyebarkan foto berbau pornografi.

"Korban diancam dan diintimidasi dan diteror terus dengan menyebarkan konten berbau pornografi," terang Kapolresta.

Baca Juga: Agar Tak Saling Iri, Pembongkaran Warung Apung, Karamba dan Pancingan Rawa Jombor Diminta Serentak

Teror yang dilakukan oleh para pelaku dilakukan setiap hari dan selalu berganti-ganti nomor telepon. Kondisi ini membuat para korbannya menjadi resah dan akhirnya melapor ke Polresta

Bahkan ada juga korban yang merasa tidak pinjam uang, tetapi karena pernah mengakses jadi diklaim oleh pinjol sudah ditransfer sejumlah uang, padahal tidak pernah menerima pinjaman.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Perlu Disiplinkan Masyarakat Patuhi Prokes

Kamis, 9 Desember 2021 | 05:42 WIB

Sisihkan Uang Belanja, DWP UNS Gelar Jumat Berbagi

Jumat, 26 November 2021 | 22:05 WIB
X