Kasus Covid-19 di Klaten Turun, Bupati Minta Tidak Euforia

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:45 WIB
Tiga pilar menggelar 'Silaturahmi Bersama Ulama, Umara dan FKUB se-Kabupaten Klaten' di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Jumat (22/10/21). (SMSolo Mera S)
Tiga pilar menggelar 'Silaturahmi Bersama Ulama, Umara dan FKUB se-Kabupaten Klaten' di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Jumat (22/10/21). (SMSolo Mera S)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Penanganan Covid-19 dan program vaksinasi di Kabupaten Klaten bisa berhasil berkat sinergi yang baik tiga pilar yakni TNI, Polri dan Pemkab Klaten, serta didukung keterlibatan semua pihak.

Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan, kasus Covid-19 di Kabupaten Klaten terus menurun. Namun masyarakat diharap tidak terlena dalam euforia sehingga mengabaikan protokol kesehatan.

"Jangan sampai prediksi para ahli tentang akan munculkan gelombang ketiga covid-19 terjadi. Jadi masyarakat diminta untuk selalu menegakkan protokol kesehatan," kata Bupati.

Baca Juga: Rem Blong, Bus Tabrak Tiang Lampu dalam Perjalanan Turun dari Tawangmangu

Hal itu diungkapkan pada saat tiga pilar yakni Kodim 0723 Klaten, Polres Klaten, dan Pemkab Klaten menggelar "Silaturahmi Bersama Ulama, Umara dan FKUB se-Kabupaten Klaten" di Gedung Sunan Pandanaran Klaten, Jumat (22/10/21).

Acara bertema "Membangun Kesadaran dan Komitmen Bersama Guna Menghadapi Pandemi Covid-19" itu juga dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dan Forkopimcam se-Kabupaten Klaten.

Dalam acara itu, Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo SH SIK MH mengingatkan, bahwa Klaten pernah menduduki peringkat pertama kasus covid-19 terbanyak di Jawa Tengah. Berkat percepatan vaksinasi yang luar biasa, kasus bisa turun.

Baca Juga: Gerombolan Monyet Liar Masuk Perkampungan Bikin Resah Warga Kebakkramat

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memohon kepada para ulama serta FKUB untuk tetap menjalankan protokol kesehatan serta mendorong masyarakat yang belum melakukan vaksin.

Dalam acara itu, Dandim 0723 Klaten, Letkol Inf Joni Eko Prasetyo, SIP menambahkan bahwa ulama, Umara dan FKUB dianggap mampu menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama mengendalikan covid-19.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X