Pensertifikatan Tanah PTSL Di Desa Kecik, Sragen Disoal

- Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:39 WIB
Sugiyanto Warga Dukuh Pilangan RT 20 Desa Kecik, Tanon menunjukkan bukti pendaftar sertifikat PTSL yang belum selesai, karena adanya pungutan biaya yang tinggi.(SMSolo/Anindito AN)
Sugiyanto Warga Dukuh Pilangan RT 20 Desa Kecik, Tanon menunjukkan bukti pendaftar sertifikat PTSL yang belum selesai, karena adanya pungutan biaya yang tinggi.(SMSolo/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Pensertifikatan tanah massal melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Kecik Kecamatan Tanon disoal.

Masalahnya, kuota PTSL Tahun 2020 semula ada 170 kuota. Tapi karena tahun 2020 ada recofushing anggaran, yang bisa di proses Tahun 2020 hanya 100 pemohon.

Sedangkan tahun 2021 pelaksanaan PTSL di Desa Kecik tersisa tinggal 70 kuota. Tapi permohonan warga yang ikut program PTSL tahun 2021 itu oleh Kades Kecik Sukidi tidak dimasukkan dalam program PTSL, tapi dalam pendaftaran sertifikat reguler dengan biaya tinggi.

Baca Juga: Rem Blong, Bus Tabrak Tiang Lampu dalam Perjalanan Turun dari Tawangmangu

Karena biaya tinggi, hanya 68 pemohon yang minta tetap diproses. Satu pemohon mundur dan satu berupa tanah makam yang tidak bisa diproses.

Sugiyanto warga Dukuh Pilangan RT 20 Desa Kecik saat mengecek ke Kantor BPN Sragen mendapatkan informasi kalau program pensertifikatan PTSL di Desa Kecik Tahun 2021 ternyata masih dilanjutkan dan diberi kuota 70 pemohon.

Tapi Kades Kecik Sukidi tidak memungut biaya sesuai permohonan PTSL, namun memproses sertifikat reguler dengan memungut biaya tinggi antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

Baca Juga: Gerombolan Monyet Liar Masuk Perkampungan Bikin Resah Warga Kebakkramat

"Sukidi mendatangi sendiri satu persatu rumah pemohon sertifikat dan memungut dana antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta per bidang,'' tutur Sugiyanto.

Padahal peserta program PTSL tahun 2021 biayanya tak lebih dari Rp 500.000 per bidang. Warga mengadukan ke Kantor ATR/BPN Sragen maupun ke Kantor Inspektorat Sragen.

Mengetahui adanya aksinya diketahui sejumlah warga Sukidi menghentikan proses pensertifikatan berbiaya mahal itu. Dia kemudian mendatangi pemohon satu persatu, lalu mengembalikan begitu saja uangnya di meja warga.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kecelakaan Karambol terjadi di Sumberlawang, Sragen

Kamis, 11 November 2021 | 11:19 WIB
X