Jalan Kampung Ditutup Sepihak, 3 KK Di Kampung Teguhan, Sragen Terisolasi

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:33 WIB
Akses jalan Kampung di Teguhan RT 05 RW 02, Kelurahan Plumbungan, Sragen yang ditutup dengan tembok, kini ramai menjadi perbincangan warga.(SMSolo/Anindito AN)
Akses jalan Kampung di Teguhan RT 05 RW 02, Kelurahan Plumbungan, Sragen yang ditutup dengan tembok, kini ramai menjadi perbincangan warga.(SMSolo/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka-solo.com - Akses jalan kampung di Teguhan RT 05 RW 02, Kelurahan Plumbungan, Sragen ditutup secara sepihak. Akibatnya tiga Kepala keluarga (KK) terdiri dari 11 orang, terisolasi karena tertutup aksesnya.

Penutupan akses jalan selebar dua meter secara sepihak itu menghebohkan warga Kampung Teguhan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan ada sejarah soal akses jalan itu. Semula Mbah Ndolop (warga) menjual tanah pekarangan di depan rumahnya yang kemudian dibeli oleh Parto Suharjo.

Baca Juga: Kodim 0726 Sukoharjo Gelar Serbuan Vaksin di 8 Titik

Tanah itu kemudian dibeli lagi oleh Sutari dan diberikan pada Niken Ardiyanti dan Endah Warih (anaknya). Setelah itu mereka berdua membangun rumah itu berdampingan.

Di antara rumah rumah di sana terdapat gang selebar dua meter dan panjang sekitar 10 meter. Jalan itu sengaja dibuat untuk akses jalan bagi tiga KK. Suparman, Sukinem serta Wijayanti.

"Dulu pemilik mewakafkan tanah untuk akses jalan bagi tiga KK itu untuk akses jalan. Tapi saat mewakafkan tidak dilaporkan ke Kantor Kelurahan, karena hanya lisan saja," kata Sukinem, warga setempat.

Baca Juga: Silaturahmi, Ilyas : Golkar dan Gerindra adalah Sahabat

Pihak Endah yang merasa sebagai keluarga pemilik tanah pemegang sertifikat secara sepihak menutup jalan gang selebar dua meter yang sudah dipakai akses jalan selama 42 tahun itu.

"Itu kan jalan umum, kenapa kok ditutup?" keluh Sukinem.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X