Buntut Meninggalnya Mahasiswa saat Diklatsar, UNS Melarang Aktivitas di Markas Menwa

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:36 WIB
Markas Menwa UNS Surakarta. (SMSolo/Evie Kusnindya)
Markas Menwa UNS Surakarta. (SMSolo/Evie Kusnindya)

SOLO, suaramerdeka-solo.com - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta untuk sementara mengunci dan melarang adanya aktivitas di Markas Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon 905 Jagal Abilawa UNS.

Tindakan itu diambil menyusul adanya mahasiswa UNS Surakarta, Gilang Endi (21), yang meninggal dunia saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar ( Diklatsar ) Pra Gladi Patria XXXVI Menwa UNS.

Ia meninggal dunia sewaktu mengikuti Diklatsar Menwa UNS, Minggu (24/10/2021) malam. Kegiatan tersebut digelar di kawasan Jurug, Solo.

Baca Juga: Polisi Belum Tetapkan Pelaku Dugaan Kekerasan yang Akibatkan Mahasiswa UNS Meninggal

"Adik adik Menwa kami berikan tempat sementara di asrama mahasiswa karena Markas Menwa kami kunci dan sementara tidak boleh ada aktivitas di tempat itu, " kata Direktur Reputasi Akademik dan Kemahasiswaan Dr Sutanto dalam jumpa pers di kampus setempat, Selasa (26/10/2021).

Menurutnya, langkah itu juga sebagai upaya koordinatif guna mengamankan alat-alat bukti jika dibutuhkan pihak kepolisian.

Sementara itu Wakil Rektor UNS Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Ahmad Yunus membenarkan, kampus memberi izin pelaksanaan Diklatsar Menwa bertajuk Pra Gladi Patria angkatan ke-36.

Baca Juga: Mahasiswa UNS yang Meninggal Usai Ikuti Diklatsar Menwa Diduga Akibat Kekerasan

Namun pemberian izin kegiatan kemahasiswaan tersebut memiliki konsekuensi bahwa pembina kegiatan bertanggung jawab penuh selama kegiatan berlangsung.

"Ada izinnya mulai 23-31 Oktober 2021 dengan dilaksanakan hanya di sekitar area kampus," kata Sutanto.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Perlu Disiplinkan Masyarakat Patuhi Prokes

Kamis, 9 Desember 2021 | 05:42 WIB
X