10 Pohon Mati Di Tepi Jalan PG Gondang-Ngering Jogonalan Dibiarkan, Relawan Buat Surat Terbuka

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 19:34 WIB
Pohon Mati Di Tepi Jalan PG Gondang-Ngering Dibiarkan. (SMSolo/Mera S)
Pohon Mati Di Tepi Jalan PG Gondang-Ngering Dibiarkan. (SMSolo/Mera S)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Sekitar 10 pohon peneduh yang berada di jalan antara PG Gondang Winangun-Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Klaten, mati, lapuk dan mengering, sehingga rawan roboh.

Di musim hujan dan angin, pohon lapuk itu rawan roboh dan dikhawatirkan menimpa pengguna jalan yang melintas. Namun relawan tak berani menebangnya, karena pohon-pohon tersebut merupakan kewenangan DPU Klaten.

Akhirnya, relawan membuat surat terbuka di grup Whatsapp ditujukan kepada instansi terkait, khususnya DPU eks Kawedanan Gondang Winangun. Intinya memohon agar pohon mati itu segera ditangani.

Baca Juga: Buntut Meninggalnya Mahasiswa saat Diklatsar, UNS Melarang Aktivitas di Markas Menwa

Sebelumnya, relawan pernah penebang pohon di Jalan Wedi-Bayat agar tak mencelakai pengguna jalan yang melintas. Ternyata apa yang mereka lakukan salah, padahal batang pohon yang ditebang dibiarkan di tempat, tidak mereka manfaatkan.

"Pohon yang mati sekitar 10 batang. Kami (relawan) tak berani menebangnya, karena pernah kejadian Relawan Wedi menebangi pohon seperti itu di Jalan Wedi-Bayat ternyata kesalahan, padahal limbahnya tetep di tempat," kata Tri hasto, relawan Sernu.

Sekitar setahun sebelumnya, mereka sudah melaporkan hal itu kepada Kepala DPU eks Tubup Gondang Winangun, namun tidak ada atau kurang direspon. Hingga kini, pohon mati tersebut masih berdiri.

Baca Juga: Jalan Kampung Ditutup Sepihak, 3 KK Di Kampung Teguhan, Sragen Terisolasi

"Kami minta perhatian, karena pohon tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, untuk mengurangi risiko dan sebelum jatuh korban, kami mohon sekali perhatian Ibu Bupati ataupun Dinas terkait untuk segera menindaklanjuti," ujar dia.

Relawan khawatir, bila sewaktu-waktu pohon yang sudah mati tersebut roboh, karena sebentar lagi memasuki musim penghujan yang sering disertai angin kencang. Harapannya agar tidak menelan korban harta maupun jiwa di musim penghujan nanti.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X