Soal 10 Pohon Mati, UPTD DPUPR Jogonalan Ajukan Penghapusan Aset

- Rabu, 27 Oktober 2021 | 21:19 WIB
Salah satu pohon peneduh yang mati pada salah satu ruas jalan di Klaten. (SMSolo/Merawati Sunantri)
Salah satu pohon peneduh yang mati pada salah satu ruas jalan di Klaten. (SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – UPTD DPUPR Wilayah V Jogonalan mengajukan penghapusan aset ke DPUPR Klaten sebelum melakukan pemotongan pohon yang mati dan lapuk di Jalan PG Gondang-Ngering, Jogonalan, Klaten.

Dalam surat tertanggal 26 Oktober 2021 itu, UPTD DPUPR Wilayah V Jogonalan mengajukan pemotongan 6 pohon di Jalan Gondang-Ngering yang sudah kering dan membahayakan pengguna jalan.

‘’Karena masuk dalam daftar aset, maka harus diproses administrasinya dulu,’’ kata Kepala DPUPR Klaten Tajudin Akbar.

Baca Juga: 10 Pohon Mati Di Tepi Jalan PG Gondang-Ngering Jogonalan Dibiarkan, Relawan Buat Surat Terbuka

Deretan pohon kering dan lapuk di Jalan PG Gondang Winangun-Ngering, Jogonalan ternyata terdata sebagai aset daerah.

Dengan demikian, pemotongannya baru bisa dilakukan setelah pengajuan penghapusan aset disetujui.

Para relawan pun mengomentari surat yang diposting dalam grup whatsapp relawan itu, karena yang diajukan hanya 6 pohon.

Baca Juga: Menuju Sukoharjo Go Green, 300 Pohon Ditanam di Obyek Wisata Batu Seribu

Padahal kenyataan di lapangan, jumlah pohon yang mati dan lapuk mencapai 10 pohon.

Mereka mempertanyakan, apakah 4 pohon lapuk lainnya tidak termasuk aset daerah, sehingga bisa langsung ditangani oleh relawan.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X