Pengakuan Pembobol 23 Kotak Infak, Sering Mencuri Sejak Pandemi

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 20:59 WIB
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guntur Bagus dan Iptu Eko Pujiyanto menunjukkan kotak infak yang dibobol.  (SMSolo/Merawati Sunantri)
Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guntur Bagus dan Iptu Eko Pujiyanto menunjukkan kotak infak yang dibobol. (SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com - Wahfudin (20) warga Desa Gledeg, Kecamatan Karanganom, Klaten yang membobol 23 kotak infak mengaku melakukan aksinya sejak pandemi.

Dari kejahatannya membobol kotak infak, dia meraup uang lebih dari Rp 8 juta.

Kini, dia telah ditangkap Satuan Reskrim Polres Klaten dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya membobol kotak infak.

Baca Juga: Buruh Serabutan Spesialis Pencuri Kotak Infak Dibekuk Polres Klaten. Sudah Membobol 23 Kotak Infak

''Saya melakukannya (pencurian) sejak pandemi, saya sudah lakukan pada sekitar 20 lokasi,'' kata pria yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu.

Wajah yang imut, bersih dan terlihat kalem, membuat orang tak menyangka bilsa Mahfudin adalah spesialis pembobol kotak Infak masjid dan mushala.

Dalam melakukan aksinya. dia terlebih dahulu melakukan pengamatan lokasi yang akan menjadi targetnya.

Baca Juga: Seluruh Kendaraan Operasional Jajaran Polres Klaten Diperiksa. Mengapa?

Setelah itu, dia akan datang lagi saat kondisi masjid atau mushala sepi.

‘’Pertama, sambil jalan-jalan saya melihat kondisi masjid, bila sepi, malamnya saya ambil. Saya lihat dulu, kalau engselnya dari aluminium bisa dicongkel,’’ ujar tersangka.

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X