Etika Berkendara bila Bertemu Ambulans Ini Kata KasatLantas Polres Klaten

- Senin, 1 November 2021 | 20:56 WIB
Kasat Lantas Polres Klaten AKP Abipraya Guntur Sulastiasto (SMSolo/Merawati Sunantri)
Kasat Lantas Polres Klaten AKP Abipraya Guntur Sulastiasto (SMSolo/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka-solo.com – Kasus mobil plat merah yang menghalangi laju ambulans pembawa pasien di Klaten, menjadi pelajaran bagi masyarakat tentang etika berkendara di jalan raya.

Rekaman kejadian yang sempat viral itu, memicu reaksi dari berbagai kalangan.

Lalu, bagaimana etika yang baik saat bertemu ambulans di jalan raya?

Berikut penjelasan Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo melalui kata Kasat Lantas Polres Klaten AKP Abipraya Guntur Sulastiasto kepada wartawan, Senin (1/11/2021).

Baca Juga: Berakhir Damai, Mobil Dinas Plat Merah Halangi Ambulans di Klaten Murni Kesalahpahaman

‘’Saat berkendara di jalan raya, bila nampak ambulans melaju dengan membawa pasien darurat atau kritis, maka pengendara dari jauh sudah memberi aba-aba untuk minggir memberi jalan,’’ kata Kasat Lantas.

Namun, sopir ambulans pun harus mematuhi etika berkendara di jalan raya.

Mereka sebaiknya menyalakan sirine dan rotator hanya bila membawa pasien dalam kondisi kritis saja.

Sedangkan bila mobil ambulans dalam keadaan kosong, atau membawa pasien yang tidak dalam kondisi darurat atau kritis, sebaiknya tidak menyalakan sirine dan rotator.

Baca Juga: Sebut Mobil Dinas Halangi Ambulans Plat Solo, Gibran: Tidak Semua Plat AD itu Solo

Halaman:

Editor: Setyo Wiyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Empat Jaksa Kejari Datangi SMAN 1 Surakarta, Ada Apa?

Kamis, 27 Januari 2022 | 13:09 WIB

Sempat Melambung, Harga Telur Ayam Kembali Anjlok

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:45 WIB
X