Kantor Bupati Boyolali Diserang 'Teroris', Tuntut Tebusan Rp 10 Miliar  

- Selasa, 2 November 2021 | 13:28 WIB
Pasukan TNI Yonif Raider 411/Pandawa berhasil melumpuhkan kawanan teroris.(SMSolo/Joko Murdowo)
Pasukan TNI Yonif Raider 411/Pandawa berhasil melumpuhkan kawanan teroris.(SMSolo/Joko Murdowo)

 

BOYOLALI, suaramerdeka-solo.com - Kepanikan terjadi di Gedung Putih Kantor Bupati Boyolali pada Selasa (2/11) pagi. Terdengar teriakan dan dentuman suara tembakan senjata api.

Bupati dan lima staf yang tengah mengadakan rapat Ruang Merbabu langsung dikepung teroris yang datang dengan Yamaha RX King. Bupati bersama staf pun tak bisa menyelamatkan diri.

Mereka disandera kelompok separatis yang meminta tebusan uang Rp 10 miliar. Namun aksi penyanderaan tak berjalan mulus.

Baca Juga: Karaoke, Dua Kades di Kudus Terjaring Razia Tim Gabungan

Kelompok teroris itu berhasil dilumpuhkan oleh pasukan Yonif Raider 411/Pandawa setelah sempat terjadi tembak- menembak.

Namun tak perlu cemas, aksi teroris itu bukan kejadian sesungguhnya. Tetapi semata kegiatan latihan operasi pembebasan sandera oleh prajurit TNI. Kegiatan ditinjau langsung oleh Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Andi Muhammad.

Baca Juga: Ibu Rumah Tangga di Juwiring Diduga Tewas Dibunuh

Menurutnya latihan operasi khusus tersebut sebagai pemantapan Yonif Raider 411/Pandawa. Selain pembebasan sandera ada empat operasi khusus lainnya yang digelar selama satu minggu terakhir ini.

“Ada tiga tempat dalam latihan ini,” katanya usai kegiatan.

Halaman:

Editor: Heru Susilo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X